Bukan Apa-apa, Tapi Miliki Dia Sekedarnya Saja. Karena Jodoh Gak Akan..



Tau gak konsep Allah yang "Jodoh gak akan kemana-mana," "Wanita baik untuk lelaki yang baik, wanita tidak baik untuk lelaki tidak baik, begitu sebaliknya," serta "Jodoh adalah cerminanmu, maka jika ingin jodoh yang baik, perbaikilah dirimu.".

Sekarang pahamilah poin perpoin ini.

Tak ada pasangan yang mau dikekang dan diatur berlebihan. Biasa saja, namun pasti.



Jika kalian menyadari bahwa hubungan ini telah sampai pada taraf dewasa, seharusnya kalian juga tahu bahwa setiap pasangan memiliki peranan masing-masing termasuk privacy. Mengecek handhpone atau mengetahui password email itu sah-sah saja, jika kalian tahu batasan di mana ia juga punya ruang terlapang untuk dirinya sendiri.

Jika posesif berlebihan itu diharuskan, apakah kamu lupa kalau masing-masing tujuan hidup kalian berdua harus segera diwujudkan?



Ingat, menjadi sepasang kekasih buka berarti kalian memiliki hak penuh atas hidup pasangan. Justru cita-cita dan tujuan hidup yang berbeda itulah sumber kekuatan hubungan kalian untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius dan meyakinkan.

Merasa benar-benar memiliki itu memang membahagiakan, tapi apakah kamu tega melangkahi keluarga, sahabat dan lingkungannya demi keegoisan semata?



Kamu harusnya paham betul bahwa pasanganmu itu terlahir dari sebuah keluarga dan terbentuk dari lingkungannya yang lebih dulu ia temui, jauh sebelum bertemu denganmu.
Dia juga punya kewajiban untuk menyambangi orang-orang tersayang selain kamu, membahagiakan teman dan lingkungannya dengan caranya sendiri serta memberikan yang terbaik bagi mereka yang telah berjasa sepanjang usianya.


Junjung tinggilah arti sebuah kepercayaan yang nantinya akan berujung manis pada kesetiaan.



Jika dia baik dan memang berjodoh denganmu, dengan sendirinya dia juga akan menjadikan kepercayaan sebagai singgasana tertinggi dalam hubungan kalian. Kalau sudah begini, kalian tak perlu repot-repot lagi untuk mengokohkan pondasi kesetiaan. Come on, jangan jadi manusia buta harapan hanya karena tak mampu menanam kepercayaan.

Kelak jika dia memang jodohmu, dia juga takkan lari kemana-mana. Terus perjuangkan dia dengan halus, sabar dan penuh perhatian.



Seperti yang kamu tahu, Tuhan itu tak pernah tidur bahkan Ia juga telah menyempatkan diri untuk menggariskan siapa jodohmu kelak. Kamu hanya perlu berusaha mendapatkan sosok yang tepat dan pas untuk mengisi relung hatimu. Kamu sama sekali tak perlu mati-matian mengekang seseorang yang justru akan menjauh dari pandangan jika terus-terusan kamu ‘dekap’ dengan aturan-aturan tak jelas. Aturlah dia sesuai porsimu, kekanglah dia tanpa mendustai takdir jodoh yang telah Tuhan gariskan.
Akan lebih baik, jika semua aturan serta kekangan berlebihan tadi digantikan dengan manisnya sebuah kepercayaan.
Top