Benarkah, Wanita Itu Pemberi Harapan PALSU dan Suka Berharap Pada Sesuatu yang PALSU ?



Wanita itu diciptakan berbeda karena memang memiliki beberapa sesuatu yang istimewa, terutama masalah hatinya. Katanya sih, wanita suka di PHP in benarkah? Apa itu PHP ? Yang jelas bukan bahasa pemrograman ya, yang dimaksud PHP dalam hal ini adalah kependekan dari Pemberi Harapan Palsu yang merupakan suatu sebutan bagi seseorang yang tidak mampu berkata secara langsung tetapi sikapnya mengisyaratkan sesuatu. Sebutan tersebut terjadi pada situasi yang melibatkan dua orang di mana salah satunya adalah orang yang memberi harapan dan atau orang lainnya berharap pada seseorang.

Banyak yang berpendapat bahwa pria itu identik dengan makhluk pemberi harapan palsu. Tetapi tak jarang wanita pun menjadi sasaran sebutan pemberi harapan palsu itu. Eits, tapi tunggu dulu. Dikutip dari idntimes, seorang wanita memiliki beberapa alasan mengapa dia sampai disebut sebagai pemberi harapan palsu.

Dibanding dengan pria, wanita lebih banyak mempertimbangkan berbagai hal



Sudah bukan hal yang baru lagi jika wanita itu adalah seorang pemikir berat. Bukan hanya satu atau dua hal yang dia pikirkan, tak jarang hal-hal yang tak perlu dipikirkan pun ikut ia pikirkan. Maka dari itu, jika seorang wanita memberikan harapan pada seorang pria, pertimbangan yang sedang ada dalam pikirannya sungguhlah banyak. Apakah pria ini baik? Bagaimana kelanjutan hubungan mereka setelah ini? Apakah pria ini serius, atau bahkan sebenarnya wanita inilah yang terlalu berharap pada pria tanpa ia sadari. Nah lhooo!

Wanita itu perasa, tak jarang terlalu peka



Sudah jadi rahasia umum kalau wanita itu perasaannya lebih peka ketimbang pria. Yups, hal ini yang menyebabkan perbedaan antara wanita sebagai pemberi harapan palsu dan wanita yang berharap pada pria begitu tipis. Karena terlalu pekanya perasaan seorang wanita, signal-signal lemah yang dipancarkan pria, begitu mudah wanita tangkap sehingga respon yang diberikan juga tergolong cepat.

Respon ini akan terus berulang selama sinyal-sinyal tersebut masih ada. Situasi tersebut secara tidak langsung menjudge wanita sebagai makhluk pemberi harapan palsu. Jadi disini, wanita sebagai pemberi harapan palsu atau wanita yang terlalu berharap ya?

Mengungkapkan cinta secara langsung? Nyaris mustahil!



Saat ini memang hak wanita untuk mengungkapkan perasaanya pada seorang pria terlebih dahulu bukan lagi hal yang aneh. Tapi hal tersebut terjadi pada 3 dari 10 wanita saja. Sedikit? memang. Lihat saja di sekililing kita. Begitu banyak wanita yang memendam perasaan dan berakhir pada cinta dalam kata.

Baca Juga :
Wanita ini Benar-Benar Menyayangi Neneknya Hingga Bikin Netizen Terenyuh, Namun....
[Ngobrol dengan Ibu Penjual Gado-gado] "Lebih Pedas Omongan Ibu ini Daripada Gado-Gadonya" kata Bayu

Karena begitu seringnya memendam perasaan dan lebih banyak mengungkapkan perasaan cinta melalui tindakan, hal itulah yang rawan menimbulkan persepsi bahwa wanita adalah pemberi harapan palsu. Jadi girls, pilih mengungkapkan atau memendam?

Wanita ingin diperjuangkan lebih



Wanita terkadang bisa jadi makhluk yang “egois”. Tak jarang dia ingin melihat perjuangan seorang pria untuk menaklukan hatinya tetapi tak jarang dia tidak memperjuangkan apa-apa. Tapi jangan negative thingking dulu yang guys. Jika seorang pria berhasil menaklukan hati seorang wanita dengan perjuangan-perjuangan yang bisa dikenang sepanjang masa, yakinlah hatinya milikmu selamanya. Jadi ngga mungkin lagi deh ada istilah wanita hanya memberikan harapan palsu.

Wanita takut kehilangan “fans”, Iyaaaaa 'faaaans'



Banyak di antara wanita yang bingung pada perasaanya sendiri pada seorang pria. Dia tidak begitu cinta, tapi di sisi lain ada perasaan suka. Dia suka dengan perhatian yang diberikan, tetapi dia tidak ingin menjalin hubungan. Dia ingin bersikap tegas, tetapi dia tidak ingin kehilangan.

Mungkin alasan inilah yang menjadi dasar bahwa wanita adalah makhluk pemberi harapan palsu termanis yang pernah ada. Perasaan kehilangan terhadap seseorang yang dirasakan wanita begitu mudah menyergap hatinya. Apalagi jika seseorang tersebut sudah mengisi hari-harinya meskipun tanpa status yang jelas. Kenangan-kenangan indah dan bunga-bunga cinta yang baru bermekaran akan menjadi pisau yang sangat tajam jika tiba-tiba keadaan tersebut berkahir. Jadi bagaimana girls?

Dari semua alasan tersebut, tak akan ada situasi dimana seseorang akan memberi harapan palsu dan seseorang akan berharap pada sesuatu jika ada sikap jujur pada diri sendiri. Renungkan baik-baik apa yang sedang dirasakan saat ini. Say it fast as possible as you can, meskipun itu menyakitkan.

Wanita ataupun pria pasti pernah merasakan berharap pada seseorang atau memberikan harapan palsu pada seseorang. Satu hal yang perlu diingat, segala sesuatu yang abu-abu itu menjengahkan hati, entah itu untuk bagi wanita atau pria. Jadi, apakah wanita masih mungkin disebut sebagai pelaku pemberi harapan palsu?

loading...
Top