Bangga! Lilin Ukir Karya Arek Malang, Tembus Pasar Internasional

Bukan tanpa mesin, tapi semua prosesnya dilakukan secara Handmade di rumah Produksi yang berada di Malang, Jawa Timur. Yap, lilin unik ini dibuat oleh Dedi dan Anton dari bahan berjenis Paraffin wax yang lebih lentur sehingga bisa diukir dengan begitu cantik.



BACA JUGA: Semakin Gencar, Tapi Indonesia Malah Akan Blokir Aplikasi Kencan Sesama Jenis. Setuju?

Dikutip Wajibbaca dari Indozone,  Proses membuat lilin ukir ini nggak sembarangan. Pengukir harus memprosesnya saat masih hangat agar mudah dibentuk. Ketelitian juga jadi hal wajib, karena lilin yang sudah terukir nggak bisa diperbaiki. Apalagi bentuk lilin yang detail di semua sisinya jadi keunggulan kreasi produk ini.

Tidak butuh waktu lama untuk Dedi dan Anton dalam mengukir lilin. Untuk lilin berukuran 6 cm, hanya dibutuhkan waktu satu menit. Sedangkan yang lebih besar, dengan ukuran 11-22 cm, diperlukan waktu tidak lebih dari lima menit. Selain membentuk lilin, mereka juga membuat lilin dasar dan mewarnainya sendiri agar bisa lebih berkreasi.

Dedi dan Anton berkreasi sejak 2010 lewat brand Diandra Candle. Awalnya, dua pria ini mengenal seni carving candle lewat temannya dari Amerika. Lalu mereka mempelajari lagi secara otodidak lewat video tutorial yang banyak terdapat di YouTube.

Dengan bangga, produksi lilin buatannya itu sudah terbang ke berbagai Negara seperti Australia, Belanda, China dan Malaysia. Bahkan, dalam Dedi dan Anton bisa menerima sekitar 500-2.500 pesanan lilin dalam sebulan.



Harga satu lilin mulai Rp 7.500-Rp 75 ribu tergantung besar dan tingkat kerumitannya. Lilin ukir banyak dipesan untuk acara istimewa seperti pernikahan, ulangtahun atau hari raya keagamaan.

Walaupun hanya lilin, tapi kita selaku orang Indonesia sudah bangga, khususnya bagi orang Malang. Bagaimana menurutmu?
loading...
Top