Anak Memakai Rok Mini, Ibu dan Ayah Turut Berdosa?


Jika melihat perkembangan fashion saat ini, memang miris. Sebagai bangsa Indonesia yang berbudaya memang seharusnya kita mempunyai prinsip dan jatidiri sendiri.

Namun bila terlepas dari adat dan budaya, melihat perkembangan fashion yang menganut budaya kebarat-baratan, bisa anda lihat sendiri aurat digelar dimana-mana. Dan malah seharusnya berbanding terbalik, bila menganut budaya arab aurat harus ditutupi. Tapi tidak seperti yang terjadi saat ini. Lihat: Lagi HEBOH: Fenomena Cewek Pakai Kaftan Transparan, Kelihatan Bagian Dalam

Baca Juga : 14 Dosa ini Bisa Timbul Hanya dari Kepala Wanita

Nah, sekedar pengingat kita saja. Sebagai orangtua, sudahkah kita mendidik anak kita dalam satu hal ini dengan benar dan baik? Celakanya kita sudah tidak memperhatikan itu, mentang-mentang anak masih kecil, kadang kita membelajari mereka dengan memakai pakaian yang minim-minim. Kalau mereka sudah dewasa kira-kira apa yang dianut? Bisa anda tebak sendiri? Karena 1. Lingkungan, 2. Orangtua, celakanya lagi lingkungan saat ini sudah sangat mendukung sekali bagi anak untuk menggelar auratnya, dan juga anda sebagai orangtua sudah menanamkan itu sejak dini.

Sebenarnya bagaimana hukumnya?



Apabila seorang ibu memakaikan rok pendek pada putrinya dan si ayah sendiri ketika melihatnya tidak berkomentar, padahal sebenarnya ia tidak setuju dengan pakaian tersebut, lalu apakah si ayah berdosa atas sikapnya tersebut?

Berdasarkan Ensiklopedi Anak karya Abu Abdillah Ahmad bin Ahmad Al-Isawi, Darrus Sunnah dinyatakan bahwa keduanya berdosa.

Seorang ayah berdosa karena ia penanggung jawab seluruh isi rumah tangganya, terhadap istrinya dan anak-anaknya. Seharusnya ia menasihati istrinya, yaitu ibu dari putrinya, dan juga menasihati putrinya.

Si ibu juga berdosa karena ia bertanggung jawab terhadap putri-putrinya dan ia rida dengan pakaian seperti itu untuk putrinya. Artinya, baik si ayah maupun si ibu telah bahu-membahu dalam melakukan dosa dan permusuhan.

Tanggung jawab dan beban seorang suami lebih besar ketimbang tanggung jawab sang istri, karena dia lah tulang punggung keluarga, istri dan anak-anaknya. Adapun istri, ia memiliki tanggung jawab yang lebih kecil, yaitu hanya bertanggung jawab terhadap putra-putrinya.

Intinya, baik ayah maupun ibu sama-sama berdosa karena mereka berdua telah bahu-membahu berbuat dosa dan permusuhan, serta telah membiasakan perbuatan buruk kepada putrinya sejak usia dini. [Fatwa Syekh Abdur Razaq Afifi, hlm. 574]

Maka perlu kita camkan baik-baik. Setelah mengetahui hal ini akankah kita akan tetap memanjakan anak kita dengan mode fashion yang sedang tren ini?
Top