Anak Enam Tahun ini, Jadi Korban Ledakan Samsung Galaxy Note 7



Saat ini berita tentang Samsung Galaxy Note 7 sedang hangat diperbincangkan. Bukan karena kelebihanya namun karena smatphone ini telah mendapat banyak laporan meledak. Pihak samsung sendiri mengakui seperti dikutip dari GSM Arena, "Ini adalah kesalahan proses produksi yang sangat langka," tulis Samsung.

Laporan mengenai baterai smartphone tersebut yang meledak dan melukai penggunanya, semakin ramai dikeluhkan. Ada kejadian yang terbaru, bocah berusia enam tahun menjadi korban ledakan baterai Galaxy Note 7. Dilansir melalui New York Post, anak tersebut menderita luka bakar yang cukup serius.

"Anak itu sedang menonton video di smartphone itu, lalu tiba-tiba saja perangkat itu meledak di tangannya," ujar sang ibu kepada New York Post.

Baca Juga : Smartphone 'Murah' Berlabel DOCOMO Lagi Booming, Sebenarnya Seperti Apa Sih Ponsel ini?

Laporan ini, tentu saja menambah daftar kelam Galaxy Note 7. Padahal, sejak diluncurkan, Note 7 diklaim terjual sampai 2,5 juta unit. Banyaknya kasus baterai meledak membuat Samsung harus merecall seluruh unit yang ada pada awal September lalu.

"Tidak ada cara untuk memperbaiki versi baru dari Samsung Galaxy itu. Samsung bisa saja 'meniadakan' Note 7, kemudian melanjutkan lini produknya langsung ke Note 8," ujar analis teknologi dari Enderle Group, Rob Enderle.

Minggu lalu, Komisi Keamanan Produk Konsumer di Amerika, memberikan peringatan akan bahaya yang dibawa oleh Samsung Galaxy Note 7. Mudahnya baterai tersebut meledak juga membuat lembaga penerbangan dunia langsung melakukan pelarangan membawa Note 7 di pesawat.

Sebelumnya, di St. Petersburg, sebuah jeep meledak, setelah sang pengemudi meninggalkan Note 7 di kendaraan itu dalam keadaan sedang mengisi daya. Note 7 juga dicurigai sebagai penyebab kebakaran di sebuah garasi rumah. Seorang lelaki asal Australia mengaku harus mengganti rugi hotel yang ditempatinya, senilai US$1.300 karena baterai Note 7 meledak dan merusakkan sebagian kamar.

Pasar bursa pun memperhatikan pemberitaan terkait hal ini. Saham perusahaan elektronik asal Korea Selatan itu dikabarkan turun tujuh persen. Wah, kesalahan kecil mungkin. Tapi berakibat sangat fatal ya.
Top