Aku dan Kamu Dibuat Jatuh Cinta Tapi Tak Bisa Bersatu Hanya Karena Cara Ibadah Kita Yang Berbeda.


Mungkin hanya Indonesia yang boleh berbeda-beda tetapi tetap satu, tapi tidak dengan kita.

"Aku kira menicntaimu dalam perbedaan itu bisa diatasi. Ternyata berat !"

Ada yang riuh, gaduh dan penuh sesak didadaku.
Rindu bisakah kau tenang untuk kali ini saja ?

Iya ini rindu !  Hai, tahukah kamu saat ini aku sangat merindukanmu. Rasa ini selalu menyiksaku, kala hujan datang aku dan kopiku selalu mengigil diguyur sepi.

Pikirankupun jauh melayang dan akhirnya membawaku ketempat dimana rasa sakit itu berawal. Aku pernah terjatuh dari ketinggian yang memang tak seberapa,
namun aku tergores oleh lembutnya pasir,
memang tak ada luka, namun tetap nyeri.
Seandainya kau tahu , aku tak pernah merasakan sakit hati seindah itu.


Keramaian pun tak menyangka bahwa dulu kita sedekat nadi. Tapi apa daya kenyataan dan takdirlah yang tak bisa menyatukan.
Aku tak pernah marah dengan keadaan kita yang saling berpegang teguh dalam keyakinan kita masing-masing. 


Aku bersyukur pernah bersamamu yang selalu taat dengan agamamu, dan kau pun bangga denganku yang taat dengan agamaku. 

Suaramu masih terdengar jelas ketika kamu sengaja menelfonku untuk sekedar mengobrol atau bergurau, padahal tidak lebih dari satu jam yang lalu kita baru saja bertemu. Setiap hari pesan singkatmu sengaja kau kirim memenuhi kotak masuk pesanku. Yang bila rindu datang, kubaca ulang pesan-pesan singkat darimu untuk sedikit mengobati rasa rinduku. Meskipun hal itu malah membuat aku jadi semakin rindu.

Aku hanya bertanya dalam sepi, "merindukanmu apakah harus sesakit ini ?". 

Namun aku sadar, kini semua hanyalah kenangan. Kenangan yang terkadang masih selalu terlintas di pikiranku bila aku merindukan kita yang dulu. Merindukan kita yang mencoba untuk menyatukan semuanya. Meskipun ternyata kita tidak dapat melakukannya, tapi aku tau ini bukanlah yang kita mau. Hanya saja kita tak dapat memilih salah satu di antaranya. Karna kita sadar, akan banyak hati yang terluka. Aku takkan begitu saja mudah melupakannya, karena kenangan itu masih menjadi yang termanis untuk dilupakan. Kenangan yang indah bersamamu tinggalah mimpi :)




Top