“Yang Memilih Pemimpin Kafir, Maka Ia Bisa Kafir” Itulah Kata Ust. Zulkifli, MA

Terkait akan datangnya Pilgub 2017 mendatang dan Ahok sebagai salah satu Calonnya, mendapat banyak sekali kecaman dari berbagai pihak. Hal ini diakibatkan karena Ahok sendiri adalah orang non Muslim.



BACA JUGA: Dimana Kiblat KPI? Sinetron Boleh Tayang, Ceramah "Haram Memilih Pemimpin Kafir" Langsung Mereka Tegur

Dikutip dari nahimunkar, Mengenai pergolakan public tersebut, ustadz asal Ranah Minang, Zulkifli, MA mengatakan bahwa sudah menjadi kesepakatan diantara para Ulama Salafushaleh bahwa memilih pemimpin kafir haram hukumnya. Dan bagi pelakunya, maka bisa batal Syahadatnya alias murtad.

Dalam sebuah video ceramahnya, da’i yang sudah melalang buana hingga ke mancanegara ini membawakan dalil dalam Al Quran surat Al Maidah ayat 51-54.

“Memilihi pemimpin diluar Muslim, ijma Ulama Ahlus Sunnah, didalam kitab mausu’atul ijma’, Ensiklopedi Ijma’ oleh Syaikh Sa’di Kholid Abu Jaid. Ulama sepakat seorang Muslim yang mengangkat seorang pemimpin dari Non Muslim, maka secara Aqidah gugur dua kalimat Syahadatnya, gugur dia dariagamanya. Dalilnya Al Quran surat Al Maidah ayat 51-54. Allah katakan kafir dan murtad seorang Muslim mengangkat non Muslim sebagai pemimpinya,” ungkapnya dalam sebuah kesempatan ceramah.

“Bukan masalah kita benci atau tidak benci kepada Ahok atau selainnya. Anggaplah Ahok akhlaknya mulia, orangnya disiplin tegas. Masalahnya disini adalah Aqidah. Kalau dibina dulu dengan Aqidah maka jelas. Dalam Aqidah, haram seorang Muslim mengangkat Non Muslim sebagai pemimpin. Kedepan diprogram, Ahok menjadi orang nomor satu di Indonesia,”ungkapnya lagi.

Beliau juga memberi nasihat kepada seluruh umat islam di Indonesia mengenai bahayanya memiih pemimpin kafir ini.

“Wallahi, bapak, ibu, saya, kita semua akan dituntut pada hari kiamat. Ini akibat apa Umat menjadi lemah? Karena mereka sibuk membesarkan nama organisasi masing-masing. Karena mereka memikirkan partai masing-masing. Bukan Islam yang mereka pikirkan. Bukan status Aqidah yang mereka pikirkan.”

“Wahai anda para praktisi politis dimanapun berada, Allah akan meminta pertanggungjawaban kita. Seandainya naik orang kafir diatas kepemimpinan orang Islam. Berhentilah kalian mempermainkan Allah. Allah akan meminta pertanggungjawaban kita, kenapa kita memilih mereka,”ungkapnya lagi.

Nah sobat, tidak mau kan kalau kita digolongkan sebagai umat kafir bahkan syahadat kita bisa batal loh, hanya karena memilih pemimpin yang bukan non muslim.
Top