Ya Allah Maafkan Aku.. Kulepaskan Jilbab Ini Demi..



Singkat cerita, saat itu aku mendapat pesan di BBM. Ku lihat ternyata dari mantan junior di perusahaanku. Aku membacanya dan masyaallah kaget!!

"Kak aku udah dapat pekerjaan", katanya
"Wah, bagus dong. Dimana? Jadi apa?", tanyaku.

"Jadi resepsionis di PT **"
"Tapi kak..."
"Tapi apa?", tanyaku lagi.
"Aku harus lepas jilbab"

Ya Allah sungguh terkejutnya aku mendengar jawabannya itu. Yang menyedihkan lagi ternyata setelah ditelusuri penyebabnya, tak lain karena dia nekat berpacaran dengan pria non muslim. Sudah pacaran … dengan non muslim pula. Belum nikah saja, jilbab sudah ditanggalkan. Bagaimana kalau sudah menikah? Masihkah iman Islam terpatri dalam hati?

"Jangan kau lepas jilbabmu, apa kamu gak percaya Allah maha memberi?"

“Percaya, Kak. Tapi aku bener-bener buntu, Kak. Aku harus dapet pekerjaan secepatnya.”

“Loh, waktu di sini, kamu mau diperpanjang kontraknya dan boleh berjilbab, kamu gak mau.”

“Iya Kak. Tapi kalo di situ aku udah nggak betah. Orang-orangnya rese. Kakak sendiri kan juga mau resign dari situ?” dia kembali menyanggah.

“Iya. Aku tahu. Tapi, setidaknya di sini kamu boleh berjilbab. Walaupun di sini gajinya di bawah UMR, setidaknya kita nggak disuruh lepas jilbab.”

“Iya sih, Kak.”

“Pikirin lagi semuanya baik-baik, y. Isatikharah. Belum tentu juga nanti di sana kamu betah.”

“Aku kayaknya nggak ada pilihan lain deh, Kak. Aku sudah tanda tangan kontrak. Senin depan aku mulai kerja. Tapi di luar PT, aku tetap berjilbab kok, Kak.”



“Kenapa kamu baru bilang setelah tanda tangan kontrak? Ya Allah, andai aku punya cukup uang buat minjemin kamu bayar biaya kuliah. Sedih aku. Ngerasa nggak guna jadi temen.” Aku mengetik pesan dengan hati yang runyam.

Ketika melihat teman baru berhijab, aku bahagia bukan kepalang. Begitu juga sebaliknya, ketika mengetahui seseorang harus membuka hijabnya. Aku seketika lemas. Merasa gagal. Berlebihan? Yaa … tapi sungguh itu yang kurasakan.

Benar saja sebulan kemudian dia menghubungiku lagi dan bilang bahwa tidak betah karena kerjanya serabutan. Dan dia memutuskan untuk resign dan mengenakan kembali hijabnya. Lalu apa kabar dengan pacarnya tadi? Ya, Allah memberi jalan yang lebih baik. Karena alasan beda paham dan tidak cocok, mereka putus.

Sebaik-baiknya manusia berencana, tetap rencana Allah lah yang paling sempurna. Semoga kisah seperti itu bisa menjadi pengalaman supaya kita menjadi muslim dan muslimah yang istiqomah menjalankan kebaikan dan kebenaran sesuai anjuran Allah SWT. Aamiin..
loading...
Top