Wasiat Mengharukan Sang Guru Sufi Imam al-Ghazali Menjelang Wafatnya

Menjelang Subuh pagi itu, Hujjatul Islam Imam al-Ghazali bertutur kepada keluarganya, “Sungguh, aku akan bertemu dengan malaikat hari ini.” Lanjut sang guru para sufi ini, “Siapa saja yang bertemu dengan malaikat, hendaknya dia mempersiapkan dirinya sebaik mungkin.”



Sebagaimana dituturkan oleh Dr ‘Umar ‘Abdul Kafi dalam al-Wa’dul Haq, penulis kitab monumental Ihya’ ‘Ulumuddin ini pun meminta keluarganya menyediakan air untuk mandi dan pakaian berwarna putih, perlambang kesucian dan sesuai dengan sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam.

Selesai membersihkan badan dan mengenakan pakaian terbaik, beliau mendirikan shalat dua rakaat. Tak lama setelah ucapkan salam kedua, beliau meminta agar orang-orang keluar dari ruangannya.

Orang-orang pun keluar. Dalam masa yang cukup lama. Kemudian di antara mereka ada yang kembali masuk ke dalam rumah untuk mengetahui kondisi sang Imam.

“Imam al-Ghazali terlihat tidur di arah kanan. Dua telapak tangannya terletak di bawah pipi.” lanjut Dr ‘Umar ‘Abdul Kafi menerangkan.

Jangan Lewatkan : Dawuh (KH. Maimoen Zubair): kowe mandek rokok luweh apik timbang sholat sunnah nanging sek rokok an

Tak jauh dari tempat berbaring sang imam terdapat secarik kertas. Ternyata, di dalamnya tertulis sebuah wasiat agung yang amat mengharukan bagi siapa saja yang membacanya dengan iman kepada Allah Ta’ala dan Rasul-Nya Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam.

“Sampaikanlah kepada saudara-saudara yang melihatku menjadi mayit. Mereka mewarisi dan menangisiku dengan sedih. Apakah kalian menduga bahwa aku telah mati? Bukanlah itu mayit! Demi Allah, aku adalah burung dan ini (kehidupan) adalah sangkarku. Aku terbang darinya dengan harapan mencari kenyamanan.”

Beginilah kesudahan orang-orang shalih yang disayangi oleh Allah Ta’ala. Mereka senantiasa mendapat penjagaan-Nya, malaikat-Nya, dan diwafatkan dalam akhir yang baik serta kelak mendapatkan surga beserta seluruh tambahannya hingga bertemu dengan Allah Ta’ala.

Sang Imam disiapkan oleh Allah Ta’ala hingga untuk menyambut kematian dengan cara yang manis dan membuat iri siapa pun orang beriman. Beliau menghadap Allah Ta’ala setelah mandi, mengenakan pakaian terbaik, mendirikan shalat, mengamalkan sunnah, dan meninggalkan wasiat mengharukan kepada orang yang masih hidup dan generasi setelahnya.

Betapa wasiat sang imam merupakan nasihat dan hikmah nan agung bagi siapa yang mau berpikir.

Wallahu a’lam
Top