Viral, Siswa SMA 3 Surakarta Membongkar Korupsi di Sekolahnya


Bakri Dermawan yang berani ungkap korupsi disekolahnya

Miris memang melihat penyakit yang satu ini. Korupsi telah menjadi budaya, melekat dalam sistem, bahkan menjamur di institusi pendidikan.

Siswa-siswa ini tidak ingin praktik korupsi tersebut berlangsung terus menerus. Mereka ingin perubahan, mereka ingin korupsi hilang di Indonesia, minimal dari lingkungan sekolahnya.

Mereka pun bergerak dengan cerdas dan rapi, mengumpulkan bukti-bukti, berkas-berkas, mengorganisir aksi demo. Mereka bahkan mampu menghubungi media massa, agar semua orang tahu, apa kebusukan yang terjadi di sekolah mereka.

Semua tekanan mereka hadapi dengan berani. Usia mereka boleh jadi masih muda, tapi cara mereka berpikir dan bertindak, sangatlah dewasa.

Baca Juga : 'MISKIN DILARANG SAKIT' Susahnya Mendapatkan Kamar Rawat Inap di Rumah Sakit

Itulah yang dilakukan Dermawan Bakrie, mantan ketua Osis di SMUN 3 Surakarta. Bermula dari anggaran OSIS Rp 12 juta yang dipotong Rp2,5 juta oleh oknum gurunya, membuat Bakrie resah dan mencari penjelasannya. Alasan pemotongan adalah untuk membiayai pembina, seperti makan dan biaya keluarga, begitu dilansir fajar.co.id.

Namun setelah dikonfirmasi ternyata tidak benar. Pembina OSIS mengaku tak pernah mendapat dana apa-apa dari pihak sekolah.

Dari situ, Bakrie kemudian membentuk tim investigasi yang bekerja secara organisasi untuk mengusut korupsi lain disekolahnya. Hasil temuan dibuat secara rapi dan teliti berdasarkan data dan konfirmasi. Temuan itu kemudian disampaikan ke media massa untuk dipublis. Begini videonya,


Salut ya, memang tugas seorang siswa adalah belajar dan menghormati gurunya. Namun Bakrie berani melakukan kritik terhadap sistem sekolah yang salah. Patut dicontoh oleh siswa yang lain.
loading...
Top