Uniknya Ratusan Santri Ini Upacara Bendera Dengan Memakai Sarung dan Baju Koko

Upacara Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) hari ini, Rabu (17/8/2016), diperingati oleh seluruh lapisan masyarakat.



Berbagai tradisi perayaan upacara pun dilakukan. ada yang mengibarkan bendera merah putih di gunung, pantai, tengah laut, bahkan di dasar laut.

Jangan Lewatkan : Gloria Jadi Satu-satunya Anggota Paskibraka yang Bisa Makan Siang dengan Jokowi

Tak hanya itu, ada yang mengenakan pakaian adat, bahasa adat dan hal-hal unik lainnya.ternyata bukan cuma instansi pemerintahan atau sekolah saja yang menyelenggarakan upacara HUT Kemerdekaan RI, di antaranya, upacara pengibaran bendera merah putih di Pondok Pesantren Sidogiri, Jawa Timur.



Tidak seperti upacara HUT kemerdekaan pada umumnya, para peserta upacara di pondok pesantren ini mengenakan tampak mengenakan kain sarung dan baju koko.
Tak hanya itu, mereka juga mengenakan kopiah warna hitam dan sandal jepit.
Sepertinya, semua peserta dan petugas upacara di pondok pesantren tersebut hanya diikuti oleh pria saja. sebab tidak terlihat adanya peserta apalagi petugas upacara wanita.

Baca Juga : Menjadi Pembawa Bendera Merah Putih, Nyi Roro Kidul Hadiri Upacara HUT RI

Tampak dalam foto yang diposting akun Fanpage Forum Merah Putih, peserta upacara kompak mengenakan koko putih dan sarung berwarna hijau.
Yang membedakan antara petugas upacara dengan peserta upacara yakni kopiah yang dikenakan.



Peserta upacara mengenakan kopiah warna putih, sementara petugas upacara mengenakan kopiah warna hitam.
Kemudian ketiga pengibar bendera merupakan laki-laki, mereka juga mengenakan sarung tangan berwarna putih saat mengibarkan bendera.
Sementara tiang bendera dialasi dengan karpet berwarna merah.
Suasana pengibaran bendera yang berbeda dari biasanya itu, tampak khidmat.

"Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih dalam rangka Perayaan Kemerdekaan Republik Indonesia ke-71, 17 Agustus 2016 di Pondok Pesantren Sidogiri bertempat di lapangan olahraga Sidogiri.
Bertugas sebagai Pembina Upacara, Ketua II PPS, A. Saifulloh Muhyiddin. Upacara dihadiri oleh Majelis Keluarga PPS, Pengurus Harian, Dewan Guru, dan Santri utusan dari Daerah A-0 dan Z. Seluruh santri yang tidak ikut dibarisan berjajar di samping lapangan," tulis Forum Merah Putih pada keterangan foto.

Sungguh sangat unik dari keanekaragaman budaya yang ada di indonesia namun jiwa persatuan dan kebanggaan nasionalisme dari diri mereka sungguh tidak bisa di pandang dengan materi. Tanpa melekatnya sebuah bagu kebesaran paskibraka mereka mampu khitmat dalam menjalankan upacara

Top