"Tidak Dikenal di Dunia Tetapi Menjadi Pembicaraan Penghuni Langit”, MasyaAllah Siapakah Dia?



MasyaAllah, adakah orang yang seperti di zaman seperti ini? Mungkin masih ada dan mereka tersisihkan, mereka tidak terkenal di dunia, amal dan kebaikanya tak dianggap orang-orang, ibadahnya tak mengharap pujian orang lain, segala bentuk kemunafikan dunia ia tinggalkan, tak pernah ia merasa sakit hati kepada siapapun dan tak pernah ia membicarakan orang lain. Mungkinkah saat ini ada, adakah di zaman seperti ini orang semacam itu? Hanya Allah Yang Maha Mengetahui segala sesuatu di muka bumi ini.

Dalam catatan sejarah, orang-orang yang dianggap kelas bawah bahkan senantiasa menjadi bahan olokan masyarakatnya, ternyata doa-doa mereka langsung menembus langit.

Tengoklah Ali menantu Rasulullah SAW yang hidupnya penuh dengan kesederhanaan dan kejujuran, hidupnya yang tidak kaya raya tidak serta merta menjadikannya dibudaki oleh dunia. Begitu sederhananya Ali sampai-sampai aqiqah anaknya pun ditanggung oleh Rasulullah SAW.

Rasulullah SAW menyembelihkan untuk Hasan dan Husain masing-masing satu ekor kambing kibas. (HR. Bukhari)

Baca Juga : INILAH PERTANYAAN MALAIKAT DI ALAM KUBUR YANG HARUS KAMU KETAHUI

Juga pernah pada suatu ketika Fatimah menahan lapar karena tiada makanan. Apakah hidup mereka menjadi tidak harmonis lantaran ekonomi yang kurang mengizinkan? Jawabannya tentu tidak, bahkan rumah tangga mereka tetap utuh dan Ali mendapat kabar gembira dari Rasulullah SAW sebagai calon penghuni surga karena ketakwaannya.

Justru sebaliknya di era global ini, tengoklah ke pengadilan agama banyak yang mengurusi perceraian dan yang menghiasi adalah kaum mapan yang hidup lebih dari cukup, mempunyai fisik menawan nan elok, lalu ada apa gerangan.

Tengoklahlah pula Uwais al qarni, seorang yang dihinakan dan menjadi bahan olokan di kampungnya, dia adalah generasi emas tabi’in, mendapat banyak pujian dari para penghuni langit, padahal kita tahu di era tabi’in ada seorang Sa’id bin Musayyab, seorang yang banyak meriwayatkan hadist dan juga ada Hasan al Bashri, seorang ulama terkenal dan shalih yang begitu banyak murid-muridnya.

Akan tetapi Rasulullah SAW mengatakan bahwa sebaik-baik generasi dari kalangan tabi’in adalah Uwais al Qarni, lalu apa keistimewaannya padahal dia sering di olok-olok karena bukan orang kaya, mempunyai penyakit yang dalam bahasa Al-Quran disebut dengan baros atau alvino atau jika merujuk ke terjemahan adalah penyakit kusta.

Suatu ketika Rasulullah SAW sedang duduk di antara para sahabatnya; antara lain Abu Hurairah, Umar, Ali dan lainnya. Beliau bersabda:

“Sesungguhnya sebaik-baik generasi tabi’in adalah orang yang bernama Uwais. Dia mempunyai seorang ibu dan mempunyai belang putih di tubuhnya. Lalu dia berdoa hingga Allah menghilangkan belang itu kecuali hanya tersisa sebentuk dirham.”(HR. Muslim dan Ahmad)

Uwais berdoa untuk kesembuhan penyakitnya dengan meminta untuk menyisakan sedikit saja ditubuhnya agar senantiasa bersyukur dan selalu mengingat Allah Ta’ala dan Allah mengabulkan doanya. Umar yang mengetahui keutamaan Uwais pun senantiasa meminta doa padanya “Mintakanlah ampunan untukku, wahai Uwais!”.

Baca Juga : Bagaimana Melakukan SHALAT Sambil MENGGENDONG BAYI? Begini Caranya!

Dan di saat masyarakat tahu tentang keutamaan uwais, berbondong-bondong mereka mendatanginya akan tetapi Uwais memilih untuk meninggalkan kampungnya karena takut dikultuskan dan hal ini adalah wajar bagi orang-orang shalih, mereka malu bahkan menjadi merah wajahnya saat amal shalih mereka diketahui banyak orang.

Maka sebaiknya janganlah kita merasa suci dan menganggap hina orang-orang kelas bawah, orang-orang yang ekonominya lemah, mempunyai penyakit, pekerjaan rendahan sebagai pesuruh, pedagang keliling, petani, nelayan, dan lain sebagainya. Bisa jadi mereka memang bukanlah orang yang dikenal di dunia akan tetapi dikenal dan menjadi bahan pembicaraan penduduk langit, karena hati mereka yang bersih dan tulus menjalani kehidupan. Wallahu a'lam.
loading...
Top