Ternyata Orang Barat Sudah Banyak Belajar Bahasa Jawa Lho, Ini Buktinya




Dialek Surabaya atau lebih sering dikenal sebagai bahasa Suroboyoan adalah sebuah dialek bahasa Jawa yang dituturkan di Surabaya dan sekitarnya. Dialek ini berkembang dan digunakan oleh sebagian masyarakat Surabaya dan sekitarnya. Secara struktural bahasa, bahasa Suroboyoan dapat dikatakan sebagai bahasa paling kasar. Meskipun demikian, bahasa dengan tingkatan yang lebih halus masih dipakai oleh beberapa orang Surabaya, sebagai bentuk penghormatan atas orang lain.
Namun demikian penggunaan bahasa Jawa halus (madya sampai krama) di kalangan orang-orang Surabaya kebanyakan tidaklah sehalus di Jawa Tengah terutama Yogyakarta dan Surakarta dengan banyak mencampurkan kata sehari-hari yang lebih kasar.

Nah, seperti gambar diatas, bila belajar bahasa Jawa itu bisa dibilang agak susah-susah gampang. Sekarang coba kamu tanya sama orang jawa, terutama anak muda apakah bisa berbahasa Jawa dengan baik di semua tatanan bahasanya. Dijamin dan 100% jawabanya tidak bisa. Lhoh kok bisa? Coba lihat ya, inilah 4 tingkatan dalam bahasa Jawa yang terkadang orang keliru bahwa bahasa jawa ada 3 tingkatan,

1. Bahasa Jawa Ngoko

Nah secara singkat Saja, bahasa Jawa ngoko ini bahasa jawa yang digunakan agak kasar, seperti dialek Suroboyoan, bisa dibilang seperti itu. Nah sebenarnya nggak kasar-kasar amat, karena ada tingkatan diatasnya yaitu yaitu Ngoko Alus. Jadi Ngoko Alus ini, bahasa jawa ngoko tetapi lebih halus. Kalo sesama teman dan orang yang sudah dikenal baik bolehlah dengan bahasa ini.

Baca Juga : Jika Belum Tahu ini, Jangan Kira Keyboard Komputer yang Selama ini Kamu Pakai Sepele

2. Bahasa Jawa Madya

Madya = Tengah. Nah, ini bahasa jawa yang biasa digunakan untuk ke orang yang lebih tua dari kita (bukan orangtua kita ya, meskipun banyak anak yang memakai bahasa ngoko kepada orang tuanya). Lebih sedikit halu dari bahasa Ngoko. Namun tidak ada campuran seperti yang digunakan pada bahasa Ngoko Alus.

3. Bahasa Jawa Krama

Nah, bila kalian ingin menjadi istri atau suami idaman para wanita dan perjaka dari Jawa belajar nih bahasa Jawa Krama. Ini dipakai biasanya untuk orang yang dihormati, (semua orangtua dan orangtua kita sendiri, orang yang baru dikenal dalam tanda kutip lebih tua/ beda umurnya sangat jauh, dan untuk para pembesar/pejabat, pemuka agama dan lain sebagainya, intinya orang yang kamu hormati). Nah, ada lagi tingkatan atasnya yaitu Bahasa Jawa Krama Alus/Inggil. Alus = Halus, Inggil = Atas, nah bisa dimengertikan ini bahasanya sangat sangat halus. Tanya kepada teman Jawamu, bila bisa bahasa ini berarti dia hebat. Sangat jarang terdengar, terkecuali biasanya di penyambutan pengantin pada pernikahan dan benar-benar sangat halus.

4. Bahasa Kawi

Nah, masih ada lagi nih yang benar-benar njelimet. Bahasa Kawi ini, disebut juga bahasa jawa kuno. Kabarnya (penulis juga tidak pernah mendengar bahasa ini, karena penulis juga baru lahir pada massa ini wkwkwk), bahasa ini sangat halus sekali (bukan sebangsa lelembut ya gan), karena dipakai pada massa kerajaan dulu. Dan banyak juga campuran bahasa sansekerta. Dari wikipedia seperti ini gan, Bahasa Kawi adalah suatu jenis bahasa yang pernah berkembang di Pulau Jawa pada zaman kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha nusantara dan dipakai dalam penulisan karya-karya sastra. Dalam tradisi Jawa, bahasa Kawi juga disebut dengan istilah bahasa Jawa Kuna. Meskipun demikian, bahasa Kawi sendiri bukan bahasa Jawa Kuna murni, karena telah mendapat pengaruh bahasa Sanskerta.

Hmmm, ternyata begitu ya. Ah ndak usah terlalu bingung lah. Daripada ribet, kita belajar kulit-kulitnya saja. Karena belajar bahasa Jawa bisa dikatakan lebih susah daripada belajar bahasa Inggris gan. Kalo orang barat saja sudah belajar bahasa Jawa, masak kita bangsa Indonesia sendiri tidak bisa Bahasa Jawa. Ini buktinya,



Jadi begini tipsnya supaya kamu bisa bahasa Jawa,

Baca Juga : AWAS, Ternyata Seperti ini Tipuan Penjual Mobil Bekas Banjir Biar Laku

1. Sering-sering membaca buku bahasa Jawa. (Kalau sampe keracunan, nggak nanggung ya...wkwkwkw..)
2. Praktekin bahasa Jawa ke orangtua, kakak, adek, tetangga, temen-temen, para fans, dan masyarakat umum. (Yaa, kuncinya kudu siap-siap aja diketawain)
3. Banyak-banyak belajar kosa kata bahasa Jawa dan penggunaannya. (Bahasa Jawanya ini - artinya apa? - digunakan untuk apa?)
4. Private sama yang jago bahasa Jawa. (jangan salah orang, usahakan sehemat mungkin dan cari yang gratisan)
5. Jangan malu bertanya. (tetapi jangan sering-sering bertanya juga, biar gak ngeselin)
6. Diam, dan perhatikan teman-teman yang lagi ngomong. Pelajari intonasi, gerak tubuh, dan ekspresi atau mimik wajahnya.
7. Siapkan balpoin dan notes kecil untuk mencatat kata-kata baru yang tidak dimengerti.

Nah, itu sedikit tips dari ane gan. Kalau berminat coba deh. Kalo enggak, ya nggak bakalan bisa.
Top