“Semua Keterangan Haris Azhar Soal Freddy Harus Terkonfirmasi” Kepala Humas BNN



Terkait curhatan Freddy Budiman yang telah dieksekusi mati mengenai keterlibatan pihak BNN yang telah Freddy berikan uang hingga 450 miliar rupiah. Seperti ini potongan dari curhatan Freddy sang gembong narkoba.

Menurut Freddy, “Saya tau pak, setiap pabrik yang bikin narkoba, punya ciri masing-masing, mulai bentuk, warna, rasa. Jadi kalau barang saya dijual, saya tahu, dan itu ditemukan oleh jaringan saya di lapangan.”

Fredi melanjutkan lagi. “Dan kenapa hanya saya yang dibongkar? Kemana orang-orang itu? Dalam hitungan saya, selama beberapa tahun kerja menyeludupkan narkoba, saya sudah memberi uang 450 Miliar ke BNN. Saya sudah kasih 90 Milyar ke pejabat tertentu di Mabes Polri. Bahkan saya menggunakan fasilitas mobil TNI bintang 2, di mana si jendral duduk di samping saya ketika saya menyetir mobil tersebut dari Medan sampai Jakarta dengan kondisi di bagian belakang penuh barang narkoba. Perjalanan saya aman tanpa gangguan apapun.


Sontak hal ini pun viral di berbagai media dan hari ini Badan Narkotika Nasional (BNN) memanggil mantan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Batu Nusakambangan Liberty Sitinjak terkait curhatan Freddy Budiman yang disebarkan oleh Koordinator Kontras Haris Azhar. Sitinjak mendatangi BNN pukul 10.00 WIB.

Kepala Humas BNN Kombes Slamet Pribadi mengatakan, pemanggilan Sitinjak dimaksudkan sebagai bentuk konfirmasi pihaknya, untuk menyelidiki adanya dugaan oknum BNN yang mendalangi pencopotan CCTV di ruang tahanan gembong narkoba Freddy.

"Semua yang katanya itu harus terkonfirmasi. Hari ini menunggu hasil Pak Sitinjak. Ini pemeriksaan non-projustisia," tutur Slamet di Kantor BNN, Jalan MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur, Senin (8/8/2016), dikutip dari liputan6.

Baca Juga : HATI-HATI : Hanya Karena Sebar Kebencianya di Facebook, Seorang Guru di Banten Ditangkap Polisi

Slamet menjelaskan, pemeriksaan Sitinjak dilakukan tim internal BNN yang dibentuk untuk menyelidiki curhatan Freddy yang diungkap Koordinator Kontras Haris Azhar yang dianggap sudah mencederai institusi negara itu. Pengumpulan informasi dari Sitinjak dapat memakan waktu sehari penuh.

"Bisa empat sampai lima jam. Bisa sehari malah. Materinya belum tahu. Yang jelas hari ini beliau hadir," terang dia.

Dia pun enggan menduga-duga jika nanti hasilnya terbukti benar bahwa ada oknum BNN yang bermain kotor bersama Freddy.

"Pemeriksaan terkait yang katanya menurut Freddy ada anggota BNN yang minta CCTV dicopot. Kita tidak bisa menduga-duga. Yang jelas yang formal yang ada di pemeriksaan," ujar Slamet.

Saat ini, Sitinjak masih menjalani pemeriksaan bersama tim internal BNN yang dipimpin oleh Inspektur Utama Irjen Pol Rum Murkal.

"Kita tunggu hasilnya seperti apa," Slamet.

Kalo menurut pendapat anda, bagaimana mengusut kasus seperti ini. Sementara yang menyebarkan hal ini adalah terpidana hukuman mati yang telah tereksekusi.  Bagaimana menggali keterangan lebih lanjut tentang hal ini?
Top