"Save Pak Dasrul" DPRD Makasar Tawarkan Perda Tentang Perlindungan Guru, Setuju ?



Dua tahun terakhir ini, bisa dikata tahun kelam bagi profesi guru di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel). Oemar Bakrie, julukan bagi para guru, tak henti-hentinya 'dipolisikan' oleh orangtua siswanya.

Catatan Rakyatku.com, sudah ada empat kasus guru di Provinsi Sulsel yang mencuat ke publik. Mereka harus berurusan dengan aparat kepolisian atas dugaan kekerasan terhadap siswanya.

Teranyar adalah Dasrul, guru SMK Negeri 2 Makassar. Dasrul justru dilapor balik oleh orangtua siswanya usai melaporkan pemukulan yang dialaminya.

Dasrul dipukul oleh Adnan Achmad, orangtua siswanya yang berinisial MA, Rabu (11/8/2016). Pelipisnya terluka, lubang hidungnya mengeluarkan darah.

Polisi lebih dulu menetapkan Adnan berstatus tersangka. Namun, Adnan yang kini mendekam di penjara melapor balik Dasrul dengan dugaan pemukulan terhadap anaknya. Save Pak Dasrul pun digaungkan.

Sebelumnya, ada tiga kasus serupa. Pertama terjadi di Kabupaten Bantaeng. Guru Biologi SMP Negeri 1 Bantaeng, Nurmayanti sempat dijebloskan penjara lantaran mencubit siswanya.



Kasus cubit ini terjadi pada Agustus 2015 silam. Namun, sang orangtua yang anaknya dicubit baru melaporkan hal tersebut ke Polres Bantaeng usai ujian nasional SMP tahun 2016. Hingga kini, kasus tersebut masih bergulir di Pengadilan Negeri Bantaeng.

Setelah Nurmayani, nasib senada melanda Muhammad Arsal, guru Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 3 Benteng Kabupaten Selayar.

Kasus ini bermula saat Arsal mengajari siswanya tentang tata cara salat, termasuk siswa bernama Israq pada Februari 2016. Namun Israq membuat ulah yang menimbulkan 'ribut' dan mengganggu siswa lainnya. Guru Arsal kesal dan memukul Israq.

Arsal dilaporkan dan ditahan sejak 7 April 2016 yang diperpanjang hingga 12 Mei. Pada 12 Mei malam hari, dipindahkan ke Rutan Selayar. Kasus ini pun berlanjut ke Pengadilan Negeri Selayar.

Baca Juga : Ayah dan Anak yang Terlibat Pemukulan Guru SMKN 2 Makassar Akhirnya Ditahan Polisi

Kasus ketiga terjadi di Kabupaten Sinjai. Guru SMAN 2 Sinjai Selatan, Mubasysyir pun dilaporkan oleh orangtua siswanya dan sempat dijebloskan ke Polsek Sinjai Selatan.

Mubasysyir ditahan karena membuat siswanya bernama Arifin mengalami luka pada bagian lengan usai menggunting rambut Arifin, 4 Juni 2015.

Perda Perlindungan Guru


Pasca insiden yang dialami Dasrul, Komisi D DPRD Makassar menawarkan solusi. Yakni akan merancang Peraturan Derah tentang Perlindungan Guru.

"Kita harapkan kasus di SMKN 2 Makassar untuk terakhir kalinya. Kami akan merancang perda inisiatif perlindungan terhadap guru," ucap Mudzakkir Ali Djamil, Kamis (11/8/2016).

Muda, sapaan akrab Mudzakkir, juga akan membuat standar operasional prosedur (SOP) terhadap sekolah di Makassar untuk mencegah terulangnya kasus serupa.

"SOP itu mengatur tamu yang masuk ke dalam sekolah. Tidak boleh lagi tamu langsung masuk ke dalam ruangan, tetapi harus menunggu di ruang tamu. Aturan seperti ini harus diterapkan di seluruh sekolah," tukasnya.

Baca Juga : Mengejutkan! Foto Bullying Pelaku Pemukulan Yang Terlanjur Beredar Di Mediasosial Ternyata Salah Orang

Terpisah, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mendesak kepada pemerintah untuk segera menyerahkan RUU Perlindungan Guru ke legislatif.

"Pemerintah secepatnya agar mengajukan undang-undang perlindungan guru seperti yang diajukan oleh PGRI," tutur Juru Bicara KSPI, Kahar S Cahyono dalam rilisnya.

Menurutnya, jika tidak ada payung hukum yang jelas terhadap profesi guru, Didi khawatir hal seperti ini akan terjadi lagi.
loading...
Top