SALUT : Penyeberang Jalan ini Ramah dan Sopan, tak Pernah Target Uang Pengendara



Sebuah postingan oleh akun Facebook Kamaruddin Simanjuntak, diketahui ia adalah seorang Advokat di Jakarta. Terlepas dari apapun muatan postingya ini, kami salut atas jasa bapak penyeberang jalan ini.

Jangan lupa baca juga : Mengenai POLWAN yang MENONJOK Pemotor, Ternyata Kejadianya Buat Kita GERAM

Akun Kamaruddin Simanjutak,
 


Polisi Republik Indonesia Swasta

Pria berbaju rompi warna oranye ini adalah Polisi paling hebat, yang pernah saya jumpai di Indonesia, kenapa saya sebut Polisi adalah karena dia telah melakukan tugas pokok dan fungsi kepolisian RI.

Setiap hari dia sendirian melayani, melindungi dan mengayomi masyarakat diwilayah Kebon jeruk Jakarta Barat, tepatnya di pertigaan ganda, mendekati jembatan menanjak fly over kemanggisan, di Jalan Arjuna Utara, dan kami setiap hari sangat tertolong dan terlindungi oleh sikap dan tindakannya.

Dia tidak digaji oleh Negara, namun pelayanannya sangat tulus, iklas dan penuh pertolongan, dia mengorbankan waktu, pikiran, tenaga dan keselamatannya demi kelancaran dan ketertiban pengguna jalan.

Setiap pagi pukul 06.00 WIB ketika saya mengantar Anak-anak Sekolah, Dia sudah SIAGA Melayani dan Mengatur arus lalu lintas, siang hari juga dia ada, demikian juga diwaktu sore harinya, sepertinya Dia tidak kenal lelah.

Dia sangat sopan kepada semua orang, semua pengendara diarahkan tertib dan disapa dengan perkataan MAFF BOS, selain itu juga Dia selalu mengingatkan pengguna jalan agar selalu hati-hati, "HATI HATI YA BOS, SEMOGA SELAMAT SAMPAI TUJUAN" katanya.

Dia tidak pernah melakukan tilang terhadap pelanggar lalu lintas, dia hanya mengingatkan agar lebih hati-hati demi keselamatan pengendara itu sendiri.

Tiap hari tidak ada Polri yang digaji oleh negara melayani masyarakat dipertigaan itu, kecuali hanya Dia seorang.

Tanpa Dia, jalanan akan selalu macet berkilo meter panjangnya, seperti kemarin pagi, jalanan sangat macet luarbiasa, rupanya Dia tidak melayani, mungkin Dia ada halangan kerja atau kurang sehat.

Hari ini jalanan kembali sangat lancar, karena dia sudah kembali melayani sejak pagi hari, tidak lupa dia senyum kepada setiap orang, sangat lincah dan energik, pokoknya melihat cara dia mengatur arus lalu lintas, kitapun menjadi semangat dan mengucap syukur, karena ada POLRIS ( POLISI REPUBLIK INDONESIA SWASTA) yang begitu hebat.

Kami sangat senang dan sangat terbantu sekali dibuatnya, akibatnya tiap pagi kami selalu membuka kaca mobil untuk berterimakasih dan menaruh rasa hormat setinggi tingginya kepada Dia atas jasanya yang begitu baik dan besar dan tidak terbalas.

Terkadang saya merenung, andaikan saja ada Polri yang digaji oleh Negara itu seperti Dia memberikan pelayanan yang begitu tulus dan iklas ketika diperlukan oleh masyarakat.

Dia tdak bersembunyi dibawah pohon, dibalik dingding atau ngumpat/bersembunyi di warung ketika macet, Dia tidak menjebak pengendara, tidak membiarkan kemacetan menyiksa masyarakat kota Jakarta barat, pokoknya kami rindu apabila Biro Personel ( SDM) Polri mampu merekruit Anggota Polri sehebat Dia, yang setia melayani, baik waktu hujan maupun waktu panas teriknya matahari.

Andaikan saja saya Presiden RI, saya akan memberikan Dia Bintang Mahaputera, atas jasanya dibidang pelayan publik yang begitu besar, dan saya akan mendahulukan dia mendapat jabatan publik daripada Warga Negara Amerika itu.

Menurut saya, Kapolri sangat perlu belajar dan melakukan penelitian dari Dia tentang bagaimana menjadi Pelindung, Pengayom dan Pelayan Masyarakat yang sesungguhnya, untuk diterapkan kepada jajaran Polri.

Semoga Tuhan selalu menjaga dia setiap hari, sebab pelayanan dan jasanya sangat luar biasa menolong kami masyarakat Jakarta Barat.

Horas - Merdeka.

Advokat Kamaruddin Simanjuntak, S.H. - Jakarta.

Ada beberapa komentar netizen mengenai bapak ini.





Jadi terharu juga baca postingan ini, karena juga banyak netizen yang menanggapi positif hal ini. Terlepas dari dia mencari nafkah disitu, tapi manfaatnya luar biasa. Dan netizen pun bilang bahwa bapak ini hampir tak pernah ditemui dijalanan Jakarta manapun, karena ia tak pernah memaksa pengendara untuk memberinya uang.
Top