Rokok Dijual Rp 50.000 Diluar Negeri Jauh Lebih Mahal, Kalian Bisa Apa ?

Rokok, benar benar sebuah masalah besar yang harus diperangi di Negara Indonesia. Walaupun sudah sering diperinghatkan akan bahaya rokok, banyak orang tetap mengabaikannya yang tanpa sadar membuat umur mereka akan lebih muda daripada umur normal. Salah satu masalah serius yang kini dihadapi adalah rokok yang bahkan seorang dibawah usia mengkonsumsinya,



Hal tersebut dikarenakan harga yang relatif murah yaitu kurang dari 20 ribu sehingga tidak kaget jika banyak orang sering membelinya bahkan untuk usia anak sekolah yang membelinya dengan uang saku yang diberikan oleh orang tua. Padahal jika ditabung, mungkin selama 1 tahun bisa menjadi modal kerja yang mapan dan akan terbebas dari berbagi macam penyakit dalam seperti paru-paru, jantung.

SEJAK usulan penaikkan harga rokok menjadi Rp 50.000 per bungkus di Tanah Air muncul, banyak komentar yang menyatakan dukungan namun tak sedikit pula yang menolak.

Terlepas dari nilai jual yang akan ditetapkan pemerintah untuk harga rokok, tedapat sejumlah negara yang serius memerangi rokok dengan cara menerapkan harga selangit.

Di Selandia Baru misalnya, rokok dijadikan sebagai barang mewah. Pemerintah negara yang berada di kawasan tenggara Australia itu membuat kebijakan dengan menaikkan harga sebungkus rokok hingga mencekik konsumennya. Di Selandia Baru, rokok paling murah dijual dengan harga 14,7 dollar atau seharga Rp 191.000 per bungkus.

Pajak yang dikenakan khusus untuk rokok di Selandia Baru pun setiap tahunnya terus meningkat. Karena itu, banyak penduduk yang berhenti merokok dengan alasan harga beli yang mahal tersebut.

Di Norwegia, pemerintah juga mematok harga selangit untuk rokok. Padalah jika dilihat dari kultur tradisinya, pendukuk Norwegia bukanlah masyarakat yang kecanduan rokok seperti Indonesia. Namun karena takut bila rokok menjadi murah dan banyak warga yang mencoba dan ketagihan, pemerintah Norwegia mematok harga Rokok degan harga tinggi.

Negara yang hanya berpenduduk sekitar 5 juta jiwa itu menjual rokok dengan harga paling murah pada kisaran 14,5 dollar atau sekitar Rp 188.500 per bungkus.

Untuk menjauhkan rakyat dari ketagihan rokok, pemerintah Norwegia telah menetapkan kebijakan yang sangat berani yakni denda sebesar 5,5 ribu dollar atau setara 75 juta pada akhir tahun bagi semua warganya yang terbukti menghabiskan rokok lebih dari satu bungkus per hari.

Di inggris, pemerintah mematok harga rokok 10 Poundsterling atau Rp 160.000 per bungkus. Sementara di Islandia, rokok dipatok dengan harga 9,5 dollar atau Rp. 123.000 per bungkus. Harga yang terbilang murah dibanding negara lainnya.

Islandia memberlakukan peraturan yaitu anak di bawah usia 18 tahun dilarang merokok di manapun tanpa pengecualian.

Rencananya, harga rokok 50000 perbungkus ini akan mulai diterapkan pada bulan depan menunggu persetujuan banyak pihak dan pastinya jika memang tegas, pemerintah tidak amabil langkah panjang untuk memikirkannya karena sudah jelas dengan seperti ini, Indonesia akan sedikit lebih maju dan faktor perekonomian negara pastinya akan berkembang. Dan setidaknya anak seusia sekolah jarang yang merokok sebagai penerus bangsa, kelak.
Top