Ribuan Driver 'Gojek' Mogok Massal, Gara-Gara Tarif Diturunkan



Ribuan pengemudi Gojek, di Yogyakarta, mogok massal. Mereka melakukan aksi damai di depan kantor perwakilan Gojek, di Pingit Badran Kelurahan Bumijo, Kota Yogyakarta.

Mereka menuntut kepada pihak manajemen untuk mengembalikan tarif ke posisi semula. Koordinator aksi Khairul Faslah mengatakan, sejak Sabtu 13 Agustus 2016, secara sepihak jajaran manajemen menurunkan tarif dari Rp15.000 menjadi Rp8.000.

Penurunan tarif tersebut memang dilakukan mendadak, dan sebelumnya tidak ada sosialisasi dengan para pengemudi Gojek. Karena itu, mereka melakukan aksi mogok sampai tuntutan mereka dikabulkan.



"1.600 orang driver Gojek melakukan aksi damai," papar Khairul Faslah, dikutip dari okezone, Senin (15/8/2016).

Menurut para pengemudi, penurunan tersebut akan memukul mereka, karena penghasilan mereka akan turun drastis. Sejak dua hari diberlakukan, mereka sudah merasakan dampaknya.

Penghasilan mereka menurun sebesar 50 persen, dari penghasilan harian sebelumnya. Padahal di satu sisi, beban mereka justru semakin bertambah. Mereka menuntut ada pengembalian tarif ke posisi semula.

Jika tidak, mereka akan melakukan aksi mogok mulai 15 Agustus hingga 19 Agustus 2016. Jika ada driver Gojek yang masih mengambil penumpang, dia mengimbau agar tidak menggunakan atribut Gojek.

Salah seorang driver lainnya Aditya Wibowo menambahkan, penghasilan mereka memang berkurang drastis. Padahal, saat ini pengeluaran mereka bertambah, karena biaya BBM sudah naik seiring kebijakan untuk menggunakan Pertalite.

"Belum lagi tarif sambungan telepon hingga parkir yang tidak diperhitungkan oleh manajemen. Kalau Go-Buy dari merchant yang kerjasama, kita tidak dapat apa-apa," ungkapnya.

Dan ada kisah juga ini dari pelanggan. Diposting oleh akun facebook Yoga PNS,

Astagfirulloh...hari ini antara seneng dan sedih,
senengnya saya naik gojek dari cimanggis ke cibubur dengan tarif 6.000 rupiah. Sedihnya melihat raut muka bapak gojek yang letih karena katanya tarif 2 hari ini tidak manusiawi.

Memang saya rasakan penurunan yang sangat drastis dari gojek, Membuat semua pasti akan merasa enak untuk memakai jasa gojek. Tapi setelah saya berbicara panjang lebar dari hati ke hati dengan si bapak gojek ternyata dia mati"an 2 hari ini untuk menafkahi keluarganya dan yang lebih pentingnya untuk membeli susu anak yang baru lahir 10 hari yang lalu, dia cerita dengan tarif yang lama aja pas"an ditambah sekarang ada penurunan harga.

Karena tidak tega akhirnya saya kasih 20.000 dari yang seharusnya saya bayar 6.000.

Pesan saya...Hati" untuk pemilik kantor gojek dan para karyawan/karyawati kantor gojek jika membuat keputusan. Karena kebijakan yang tidak seimbang akan di hisab nanti di alam kubur dan diperhitungkan dihadapan Allah.

Semakin banyak yang tersakiti dan dirugikan maka semakin lama pula kita akan dibersihkan di neraka jahanam. Coba turun kebawah sekali", melihat keada'an yang sebetulnya. Semoga masukkan ini bisa membawa manfa'at untuk semua pihak. Terimakasih.





Wah, lengkap sudah cerita pelanggan ini berserta pesan dan kesanya telah disampaikan. Mudah-mudahan dapat diambil jalan tengah hingga semua pihak tidak dirugikan ya.
Top