Riau Ega Memetik Hasil Gemilang , Pemanah Nomor Satu Dunia Syok



Pemanah nomor satu dunia asal Korea Selatan, Kim Woo-jin, tersingkir dari putaran kedua cabang panahan nomor individual putra di Olimpiade Rio 2016, Senin, 8 Agustus 2016, waktu setempat. Pemanah Indonesia, Riau Ega Agatha, menjadi aktor yang mengejutkan bagi Kim dalam ajang ini.

Seperti lansiran dari tempo.com Kim adalah peraih emas dalam nomor tim di cabang panahan, Sabtu lalu. Ia pun mencetak rekor dunia baru dengan 72 anak panah dalam penentuan peringkat pada hari sebelumnya. Kim menyerah 2-6 dari Riau dalam pertandingan di sore yang berangin di Stadion Sambodromo, Rio de Janeiro, Brasil.

"Saya masih syok," kata Kim, pemanah 24 tahun, yang juga dijuluki 'Si Beruang' di negara asalnya, kepada wartawan. "Saya tidak akan menyalahkan apa pun atau siapa pun, saya hanya menyesal tidak melakukan yang terbaik hari ini.

"Empat tahun saya menyiapkan diri dengan baik. Luar biasa rasanya memenangkan medali emas untuk tim, tapi untuk nomor individu saya sangat menyesali diri sendiri, karena saya sudah merasa sangat siap, tapi semuanya hilang sekarang."

Dengan terlemparnya Kim dari persaingan, kini hanya menyisakan Brady Ellison--pemanah dari tim Amerika Serikat yang kehilangan medali emasnya setelah dikalahkan tim Korea--sebagai unggulan tertinggi di turnamen.

Riau Ega, 24 tahun, dari Surabaya, sempat kehilangan set pembuka namun membikin Kim tercengang dalam tiga set berikutnya. Ega Agatha menyegel kejayaan lewat dua tembakan brilian yang mendarat mulus di tengah target berwarna emas untuk mencetak dua skor sempurna: sepuluh.

Ketika papan skor memihak kepada Riau Ega, Kim hanya mampu menundukkan kepala sementara rekan setimnya memandang dengan cemas. Di sisi lainnya, Riau Ega tersenyum lebar dan mengacungkan jari kepada pelatihnya. Riau Ega sekaligus lolos ke putaran ketiga atau babak 16 besar menghadapi pemanah Italia, Mauro Nespoli.

Riau Ega, yang kini menempati 29 peringkat di dunia, tak pernah mengalahkan Kim dalam beberapa upaya sebelumnya, tapi ia beberapa kali berhasil mengalahkan pemanah papan atas Korea di Piala Dunia. "Ini kejutan yang sangat besar untuk saya, tapi saya harus tetap fokus menghadapi (pesaing) lain," katanya.

"Saya memang berharap akan menang (dalam pertandingan) hari ini, tapi tidak terlalu banyak karena Woo-jin adalah pemanah nomor satu di dunia. Tapi saya sudah melakukannya hari ini. "

Adapun kepala Kontingan Indonesia, Raja Oktohari, adalah salah seorang yang paling senang di tribun penonton. Ia mengatakan kemenangan itu akan menciptakan gelombang kejut di negara Asia Tenggara.

"Semua rakyat Indonesia akan terkejut," katanya. "Ini akan menjadi euforia bagi kami tetapi, tentu saja, kami masih memiliki pertandingan lain untuk dipersiapkan. Dan (dia) harus fokus, euforia cukup hanya setengah jam saja."

Pelatih tim panahan Indonesia Denny Trisjanto mengatakan, faktor mental akan menentukan laju Riau Ega selanjutnya. "Lawan-lawan Ega selanjut masih berat. Kami akan fokus pada kesiapan mentalnya," kata Denny di Rio de Janeiro, Senin petang, atau Selasa pagi WIB.

Dalam mengatasi faktor mental ini, menurut Denny, bukan hanya pada diri Riau Ega sendiri tapi juga dukungan rekan dan seluruh bangsa Indonesia. Kemenangan Riau Ega atas Kim, menurut Denny, juga lebih banyak pada faktor mental.

"Terlihat di tengah pertandingan pemanah Korea Selatan itu mulai gugup, apalagi pelatihnya terus memarahinya. Sedangkan Ega tetap tenang meskipun sempat ketingalan lebih dulu," ujar Denny.

Meski sudah bisa menumbangkan unggulan pertama, tantangan Riau Ega pada perempat final hingga babak selanjutnya masih berat. Riau Ega akan kembali bertanding pada 12 Agustus yang merupakan hari terakhir pertandingan cabang panahan Olimpiade 2016.
Top