[PENTING] Anak Zaman Sekarang Makin Liar dan Orangtua Perlu Tahu Media Sosial, Banyak Alasanya!


Saat ini adalah era dimana anak dibesarkan bersama berkembangnya tekhnologi, maka tak ayal bila anak-anak jaman sekarang dengan begitu lihainya menggunakan berbagai media sosial yang banyak di gratiskan di jagad maya. Hal ini pun dikhawatirkan akan menjadi wadah yang tak baik bagi anak. Memang jika ditelaah lagi, setiap zaman memiliki standar yang berbeda.



~ Zaman orangtua kita dulu, yang namanya media sosial itu adalah nge-break menggunakan radio amatir dengan nama panggilan aneh-aneh. Makin tinggi rig atau antena pemancar, makin kerenlah orang itu.
~ Zaman kakak-kakak kita dulu, yang namanya media sosial itu adalah bawa koin seratus rupiah satu kresek besar dan mantengin telepon umum sambil berdiri. Kalau bisa menemukan telepon umum paling sepi dan bisa berdiri berjam-jam, makin kerenlah orang itu.

~ Zamanku dulu, yang namanya media sosial itu adalah telepon pacar dengan metode telepon tiga detikan. Waktu itu operator telepon selular menerapkan sistem telepon tiga detik pertama gratis. Kalau pulsa tidak terpotong dan bisa telepon tiga detik berkali-kali, makin kerenlah orang itu.

Baca  Juga : Jangan Tinggalkan Anak Sendirian di Rumah! Jika Anda Tak Bisa Lakukan 7 Hal Ini

~ Zaman adik-adik kita dulu, yang namanya media sosial itu adalah terhubung ke internet dan buka MirC lalu ketik “ASL Pls” (Age, Sex, Location, Please). Kalau bisa window chat makin banyak makin kerenlah orang itu. Dan masih ada YM, masih ada Friensdter, masih ada BBM, pokoknya banyaklah...

Media Sosial adalah salah satu hal yang membuat era teknologi saat ini menjadi lebih berwarna. Media sosial menjadi alat komunikasi modern untuk membina hubungan. Penggunanya bervariasi, mulai dari remaja hingga orang dewasa dengan kepentingannya masing-masing. Tidak jarang apapun yang ada di media sosial, juga menjadi sangat mudah untuk diketahui oleh banyak orang, tidak terkecuali para remaja yang sedang mengalami masa tumbuh kembang baik secara fisik maupun mental.

Dunia media sosial mengajarkan para remaja tersebut mengenai satu hal, yaitu kebebasan. Kebebasan untuk berekspresi, menunjukkan atau bahkan sekedar menyerap informasi. Kebebasan itu yang rupanya membuat beberapa remaja menganggap mereka bebas untuk melakukan segala sesuatunya tanpa memikirkan apa konsekuensi yang muncul dari segala tindakannya tersebut.

Judgement dari masyarakat sekalipun dirasa tidak terlalu memberi efek jera atau malah terkadang sengaja dicari dalam rangka untuk semakin mencari perhatian dan sensasi dari khalayak ramai.

Penggunaan media sosial tidak selalu memberikan efek buruk bagi para remaja, tidak sedikit pula remaja yang meraih kesuksesan melalui media sosial. Lantas bagaimana agar situasi mencemaskan tersebut tidak terjadi kepada para remaja-remaja lainnya? Penanaman nilai serta pola asuh dalam keluarga menjadi salah satu hal yang paling krusial untuk membentuk karakter maupun kepribadian seorang remaja nantinya.

Baca  Juga : HEBOH : Bakso Klenger Berdiameter 40cm Dibanderol 1 Juta Rupiah Perbutir

Berkembangnya teknologi memang menuntut penggunanya untuk lebih bijaksana dalam menggunakannya. Kemampuan untuk mengolah informasi yang diserap menjadi lebih penting ketimbang meributkan apa saja yang ada di media sosial saat ini. Kebebasan, termasuk kebebasan media sosial menjadi salah satu sahabat terbaik bagi remaja namun juga menjadi ancaman apabila tidak ditanggapi dengan bijaksana.

Fenomena yang sedang ditampilkan di media sosial baik melalui blog, gambar, foto, sindiran meme, animasi gif, video pendek 30 detik hingga versi blog yang panjang dan media eksis lainnya inilah media ekspresi mereka.

Bagaimana seharusnya sikap anda sebagai orangtua? Anda mau membatasi hak akses mereka? Silahkan. Tapi Anda juga mesti ingat ini era mereka, ini cara mereka untuk tampil. Buat Anda mungkin yang mereka lakukan tidak bermutu dan mengganggu tapi buat mereka ini penting.

Remaja saat ini jauh lebih hebat, dengan segala kreativitas mereka melalui media sosial, mereka mampu menghasilkan uang lho. Saya tidak yakin saat Anda seusia mereka Anda juga sudah punya kualitas kreativitas setajam mereka. Untuk itu hargailah upaya mereka.

Lalu, sebagai orang tua, bagaimana seharusnya Anda bersikap agar putera-puteri tetap bijaksana saat menggunakan media sosial dan bisa memilah baik buruknya segala hal yang ada di media sosial?

Melarang anak menggunakan sosial media sudah tentu bukan jawaban atas kekhawatiran Anda. Dikutip dari vemale, inilah beberapa langkah yang bisa Anda lakukan :

1. Ingatlah senantiasa bahwa perilaku anak itu adalah hasil didikan kita. Terlepas yang mendidik adalah pembantu, suster yang merawat tapi itu tetap adalah hasilmu mendidik anakmu yang Anda limpahkan pada orang lain.

Baca  Juga : HEBOH : Mi Bikini "REMAS AKU" Jajanan Berbau Pornografi (Orang Tua Harus Waspada)

2. Menjadi remaja tidak pernah mudah. Menjadi orangtua dari remaja juga tidak mudah. Anda pernah jadi remaja tapi anak anda tidak pernah jadi orangtua. Anda yang harus lebih dulu memahami anak remaja Anda.

3. Mestinya Anda juga ingat bahwa ketika Anda remaja, menjadi keren itu penting. Itu yang sedang terjadi dengan remaja Anda, dampingi mereka, luangkan waktu. Anda juga bisa kok jadi ortu keren yang gaul tanpa perlu menjadi norak.

4. Sangat mudah pada usia remaja terjebak pada pola pikir yang salah. Kalaupun suatu saat mereka jatuh, tidak perlu menyalahkan, mereka juga punya nurani yang sudah menegur mereka dan semua bisa diperbaiki.

5. Dukung mereka untuk memanfaatkan media sosial seluas-luasnya dalam arti yang positif. Dari titik ini tanamkan kepada mereka mengenai nilai kepercayaan. Buat mereka sadar betul bahwa kepercayaan itu mahal dan sangat rapuh, jadi jangan dinodai.

6. Jadilah orangtua yang bijak. Silahkan stalking media sosial anak Anda, tapi jangan sampai Anda kepo dan membuat anak Anda malu di depan teman-temannya.

7. Luangkan waktu sejenak untuk memahami berbagai macam media sosial lengkap dengan fitur dan fungsinya masing-masing. Belajarlah dari remaja Anda, kerendahan hati Anda akan membuat mereka respect kepada Anda.

8. Kalau mereka menceritakan apa yang sedang mereka lakukan dengan media sosialnya, dengarkan! Ya. Cukup dengarkan saja. Berikan masukan bukan malah menghakimi. Menghakimi hanya membuat mereka kapok cerita kepada Anda. Pasang telinga dan hati Anda, kunci rapat mulut Anda.

Alasan kenapa orangtua harus mau tahu dan belajar media sosial adalah agar dapat menyelami kemauan anak jaman sekarang, jadi sebagai orangtua tak melulu menghakimi anak kita, namun juga tak terlalu membebaskan anak dalam pergaulanya di media sosial.

Top