Peluru Nyasar ke Rumahnya, Bikin Perempuan ini Sport Jantung


Curhatan seorang netizen ini ditanggapi banyak pengguna media sosial facebook. Akun facebook Lucia Fidhiany yang tinggal di kota Malang ini (untuk tepatnya belum kami ketahui) mengatakan bahwa rumahnya terkena peluru nyasar.

Kejadianya ketika ia mau mengepel lantai teras depan rumahnya Rabu (24/08/2016), ditemukanya cat tembok rumahnya berserakan dan satu selongsong peluru. Dilihatnya ditembok rumahnya sudah berlubang sedalam kuranglebih  2 cm dengan ketinggian sekitar telinga orang dewasa.

Namun hal ini sudah ia laporkan ke markas depan rumahnya, kemudian ia langsung diantarkan ke markas pusat dekat Lapangan Rampal Malang. Dan batalyon ini sudah minta maaf telah menimbulkan musibah ini dan akan mengontrol segi keamanan saat latihan.

Cerita Lucia selengkapnya seperti ini.


 
Pagi-pagi sudah sport jantung. Sekitar jam 9-10 terdengar ada tiga suara keras di depan rumah, tapi bukan petasan. Asrama depan rumah yang dulu milik Kavaleri (tempat dinas almarhum papiku), sekarang milik Infanteri 512, nampaknya khusus untuk tempat latihan tembak karena hampir setiap hari terdengar bunyi suara tembakan yang lokasinya dibelakang gereja depan rumah.

Tapi pagi ini suaranya dekat sekali.
Ketika mau ngepel lantai teras depan kutemukan kotoran pasir dan cat-cat tembok berserakan dan ada satu selongsong peluru. Ternyata ada lubang di tembok setinggi telingaku, sekitar 2 cm dalamnya lubang.

Baca Juga : Penjelasan Akun F. Saragih tentang Baju Adat yang Dipakai Presiden Jokowi

Aku langsung lapor ke markas depan rumah tapi kemudian diantarkan oleh salah satu petugas jaga ke markas pusat dekat Lapangan Rampal langsung diterima pimpinan yang bertanggung jawab. Dia kemudian disertai beberapa orang tentara bawahan datang meninjau lokasi.
Entah dua tembakan keras lainnya nyasar kemana, mungkin juga kena atap rumah.

Mereka hanya bilang maaf menimbulkan musibah ini dan akan mengontrol segi keamanan saat latihan.

Rupanya ada beberapa batalyon lain yang melakukan latihan tembak disitu makanya mereka ingin tau persis jam kejadiannya untuk mengetahui siapa yang bertanggungjawab.

Dari penampilan lubang peluru sepertinya hasil pantulan. Seandainya saja peluru itu mengenai pelipis orang langsung matilah kata salah satu dari mereka.

Markas tentara di tengah kota, layakkah?
Kerusakan terhadap rumah masyarakat sipil dibiarkan begitu sajakah?


Postinganya ini mendapat banyak tanggapan netizen,

Yuni Wahyuni mendoakan : "La kl kena anak" gmn? Aduh gak bs bayangkan. Semoga jenengan & keluarga selalu dlm lindungan Tuhan ya mbak"
Bagas Yudhanto berkomentar : "Yaa setidaknya pihak dari yg bertanggung jawab sudah mendatangi lokasi langsung... setau ayas nek militer ngonoiku wes dikongkon push up ping rongewu kana haub e.. hehehe

Markas tentara ditengah kota? Yaa yokpo maneh wong wes mulai jaman lawas yo nok kono iku nggon e palingo... heheh aku rodok kemeroh..." (ya setidaknya pihak yang bersangkutan sudah bertanggung jawab sudah mendatangi lokasi langsung. Setahu saya bila kejadian seperti ini di militer sudah disuruh push up beberapa ribu kali..hehehe

Markas tentara ditengah kota? Bagaimana lagi memang sudah dari dulu disitu tempatnya. hehe sok tau saya)


Bagas Yudhanto menambahkan : "Menurut saya, yg ibu lakukan sudah benar... ga semua orang berani melapor seperti ibu... semoga kedepan tidak terjadi lagi..."

Ferdian Permana berpendapat : "kalau markas tentara di tengah kota sih gak masalah mbak, soalnya berhubungan dengan pengamanan objek vital strategis..
coba bayangkan kalau seandainya markas tentara terlalu jauh dengan pusat kota, trus andaikan ada perang/kerusuhan kan pusat pemerintahan mesti jadi sasaran utama, kalau markas nya terlalu jauh kan bisa lama respon nya..


mungkin yang bisa dipertimbangkan, markas tentara gpp di pusat kota. tapi bisa jadi pilihan menggeser lapangan tembak nya agak jauh dari permukiman penduduk...

cuma pendapat loh ya..
semoga gak terulang lagi.."


Semoga dapat dijadikan bahan untuk lebih berhati-hati dalam melakukan latihan anggota TNI. Agar tidak meresahkan warga.
Top