Apakah OrangTua Nabi di Neraka?



Setiap manusia ini akan mengalami mati. Dan saat nanti di akhir zaman, maka akan dihisab semua amal perbuatan kita. Bagi yang amal baiknya dapat menutupi semua keburukanya semasa di dunia, maka surgalah tempatnya. Namun bagi mereka yang didapati timbangan keburukanya lebih banyak daripada kebaikan maka nerakalah tempatnya. Walahu a'lam.

Dan janganlah sampai kita meninggal dalam keadaan kafir. Sebuah hadist shahih yang kami kutip dari rumaysho.com.

Ini hadits yang shahih yang menyatakan orang tua nabi di neraka.

Dari Anas bin Malik, ia berkata bahwa ada seseorang yang bertanya,

يَا رَسُولَ اللَّهِ ، أَيْنَ أَبِي؟

“Wahai Rasulullah di mana tempat kembali bapakku?”

فِي النَّارِ

“Di neraka.”

Ketika orang tersebut berpaling, Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam memanggilnya lantas berkata,

إِنَّ أَبِي وَأَبَاكَ فِي النَّار

“Sesungguhnya ayahku dan ayahmu di neraka.” (HR. Muslim, no. 203)

Baca Juga : Hukum Berangkat Haji Tapi tidak Ikuti Aturan Pemerintah, Maka Ia Berhaji dengan Maksiat?

Dari hadits di atas kita bisa mengambil beberapa faedah yang disarikan dari penjelasan Imam Nawawi:

1. Siapa saja yang mati dalam keadaan kafir, maka ia berada di neraka dan tak bermanfaat hubungan keluarga dekat.

2. Dalam hadits ini dapat diambil pelajaran bahwa siapa yang mati pada masa fatrah (masa kosong di antara dua nabi) dan saat itu ada kebiasaan orang-orang Arab menyembah berhala, maka ia dihukumi sebagai penduduk neraka. Bukan berarti di masa itu mereka tidak mendapatkan dakwah. Bahkan dakwah dari Nabi Ibrahim dan para nabi lainnya sudah ada.

3. Ini menunjukkan cara bergaul Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang sangat baik. Kalau orang tua Nabi Muhammad sendiri dinyatakan di neraka dan itu memang terasa berat bagi beliau. Orang tua dari orang yang bertanya pun demikian. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengungkapkan “ayahku dan ayahmu di neraka” menunjukkan bahwa beliau merasa senasib dengannya dalam musibah.

Imam Nawawi rahimahullah membawakan judul bab untuk hadits di atas “Bab: Penjelasan mengenai orang yang di atas kekafiran tempatnya di neraka. Syafa’at dan hubungan kerabat dekat tidaklah bermanfaat untuknya.”

Demikian faedah dari seorang ulama besar Syafi’iyah yaitu Imam Nawawi rahimahullah yang moga bermanfaat untuk kita dalam memahami hadits di atas. Semoga menambah semangat kita dalam beribadah, jangan sampai kita meninggal dalam keadaan kafir. Naudzubillah.
loading...
Top