Mengapa? Anggota Badan Tiba-tiba Lumpuh Saat Bangun Tidur



Assalamualaikum,
Dilansir dari konsultasisyariah.com ceritanya saat saya bangun tidur , tiba tiba tangan kanan saya jatuh menjadi lemas, saya pikir mungkin hanya kram, biasanya saya memang sering mengalami kram saat tangan saya tertindis saat risur semalaman tapi kali ini saya hanya tidur 30 menit dengan terpaksa saya menaikan tangan saya ke atas ranjang dengan menggunakan tangan kiri. tapi kemudian jatuh lagi , walaupun saya paksa tangan kanan saya tidak bisa di gerakkan . kelumpuhan itu hilang setelah sekitar 30 menit saya menunggu.. dan tangan saya tidak merasa kram.. kira-kira itu kenapa?.
trima kasih atas jawabannya

Jawaban:

Wa’alaikumussalam,

Bisa jadi yang terjadi pada anda adalah “kesemutan” dan memang mirip seperti lumpuh. Kemungkinan besar ketika tidur tangan anda terjepit sesuatu atau terjepit oleh tubuh karena posisi tidur yang mungkin kurang nyaman.

Perlu diketahui, kesemutan pada tungkai (kaki dan tangan) bisa jadi karena:

1. Berkurangnya atau sedikit aliran darah ke anggota badan

Sehingga saraf mengalami semacam kekurangan makanan dan energi dan ini akan terasa seperti kesemutan. Jika semakin lama, akan terasa seperti mati rasa. Misalnya ketika anggota badan, tangan atau kaki tertekan atau terpencet sesuatu, saat duduk bersila, saat posisi kaki terjepit, maka kita akan merasakan kesemutan dan lama-lama bisa mati rasa

2. Karena ada gangguan pada saraf

Misalnya pada kasus stroke, gangguan pada saraf pusat sehingga mempengaruhi impuls/aliran ke saraf tepi pada anggota badan. Sehingga bisa menyebabkan gangguan saraf, maka timbulnya keluhan seperti kesemutan, mati rasa atau rasa nyeri bahkan anggota badan tidak bisa digerakan.

Atau bisa juga pada gangguan tulang belakang, di mana ada tulang belakan yang rapuh dan bermasalah sehingga menjepit saraf yang keluar dari tulang belakang tersebut.

Jika memang keluhan tersebut hilang dan tidak kambuh lagi, insyaAllah tidak mengapa. Akan tetapi jika masi terus menetap gejalanya, kami sarankan anda untuk periksa ke dokter terutama dokter spesialis saraf.

Demikian semoga bermanfaat
loading...
Top