Lebih Baik Full Day School atau Pondok Pesantren? Inilah Jawabannya

Full day school atau sekolah seharian penuh, baru-baru ini telah di usulkan oleh menteri pendidikan RI Muhajir Effendy. Banyak yang tidak setuju dan menentang dengan usulan ini padahal belum di realisasikan. Sadarkah kamu, kalau sebenarnya full day school sudah ada sejak dulu?



BACA JUGA: Greget! Teriakan Semangat Ala Tim Bola Sebelum Bertanding

Seperti yang dikutip dari muslimoderat, Ketua PW Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) DKI Jakarta, Aris Adi Leksono menjelaskan mengenai full day school, sesungguhnya program itu bukan hal yang baru. Bagi kalangan pesantren dan basis Nahdliyin mendidik anak dengan totalitas waktu dan daya dukung lainnya sudah ada sejak zaman dulu.

“Pesantren bukan sekedar full day, tapi thuluz zaman atau belajar sepanjang hayat sehingga karakter dan pengetahuan yang didapat menjadi matang dan tuntas (mastery learning),” ujar Aris.

Lebih lanjut, Aris menuturkan jika program menteri tersebut jadi dilakukan, pihaknya yakin akan menambah daftar trial and error sistem pendidikan nasional. Alasannya, kondisi sekolah kita masih banyak yang belum siap, sarana belum memadai, sistem pendidikan yang belum siap, sistem pembelajaran, dan masih banyak kendala teknis lainnya.

"Lebih baik memperkuat sistem yang ada, sudah jelas pesantren adalah sistem pendidikan khas Nusantara. Full day di pesantren lebih bermakna daripada di sekolah, mending Kemdikbud ikut kampanye Ayo Mondok,” terang Guru di MTsN 34 Jakarta itu.

Nah, jadi walaupun diadakan pun juga tidak apa-apa kan sudah ada pondok pesantren yang bahkan menerapkan full day and night school. Jadi orang tua murid pun bisa memilih mana yang cocok bagi anaknya. Bagaimana menurutmu?

loading...
Top