Kuota Haji Terbatas, Balita 3 Tahun Sudah Di Daftarkan Haji! Ini Kebijakan Pemerintah

Panjangnya daftar tunggu dan Kuota haji yang dibatasi ternyata menimbulkan banyak sekali efek. Banyak cara yang digunakan agar dapat segera haji dan bisa berangkat haji sebelum ia berpulang. Bahkan, di Sulawesi waktu tunggu haji bisa mencapai 40 tahun loh!



BACA JUGA: Mengundang Haru! Niat Kuat Untuk Berkurban Dari Seorang Peternak Ayam Kampung

Tak hanya di Sulawesi saja, di Jawa Timur, Sumenep Tepatnya, daftar tunggu haji mencapai 24 tahun. Oleh karena itu, usia pedaftar haji semakin muda, bahkan ada balita yang sudah didaftarkan haji oleh orang tuanya. "Ada yang daftar usia 3 tahun, yang masih digendong. Hanya namanya kita gak tahu, soalnya sudah agak lama. Kalau antrean di Sumenep 24 tahun," kata Kasi Haji dan Umrah Kementerian Agama Sumenep Abdul Aziz.

Dikutip dari Indozone, Untuk memangkas semakin panjangnya antrean, sebenarnya Kementerian Agama Sumenep membuat kebijakan baru. Usia minimal pendaftar haji yaitu 12 tahun, sesuai Peraturan Menteri Agama Nomor 29 Tahun 2015. "Ini regulasi baru. Sebelumnya itu masih bisa, yang penting punya akte, siapa pun boleh daftar," jelas Abdul Aziz.

Namun, ada pengecualian bagi pendaftar usia di bawah 12 tahun, yang datanya sudah masuk sebelum terbitnya regulasi baru ini. Mereka bisa berangkat haji sesuai daftar tunggu yang telah ditetapkan. Ainur Rafiki salah satu yang beruntung. Anak berusia 9 tahun ini sudah mendaftar ibadah haji bersama orang tuanya pada Januari 2015 lalu. Saat itu, peraturan batas usia minimal 12 tahun belum diterapkan.

"Mau ikut bapak dan ibu naik haji. Katanya 24 tahun lagi," ucap Rafiki dengan wajah polosnya.

Di Sumenep, peminat haji yang usianya masih belia sangat tinggi. Selain anak usia sekolah, tak sedikit balita yang sudah didaftarkan oleh orang tuanya untuk menunaikan ibadah ke tanah suci. Tujuannya, agar agar anak-anak tersebut tidak perlu lagi mengantre panjang untuk mendaftar ibadah haji saat mereka menginjak usia dewasa nanti.
Top