KISAH : Kegembiraan Pesta Hilang, Mempelai Wanita Melarikan Diri Usai Akad Nikah


Kisah ini dapat diambil hikmahnya untuk para orangtua. Sebuah pesan cerita yang berbeda bila dilihat dari sudut pandang dan waktu yang berbeda. Coba saja anda baca hingga selesai.

Proses pernikahan memalukan dialami Maemunah, bukan nama sebenarnya, 26 tahun. Dia melarikan diri setelah melangsungkan akad nikah dengan suaminya, Munandar, bukan nama sebenarnya, pada 4 bulan lalu.

Di hari bahagia itu, semua tampak meriah. Tetapi kegembiraan itu berubah menjadi mimpi buruk setelah beberapa orang melihat pengantin wanita kabur menaiki taksi yang sudah siap menunggunya dengan pintu terbuka.

"Saya memang sengaja melarikan diri karena tidak ingin membebani calon suami yang dijodohkan oleh kedua orang tuanya," kata Maemunah setelah hampir beberapa bulan menghilang dilansir laman eBerita.
Maemunah muncul di pengadilan agama untuk menggugat cerai Munandar.

Baca Juga : Setelah 2 Tahun Meninggal, Tiba-Tiba Istri Muncul Di Acara TV Bertajuk Orang Hilang

Sebelum lari dari akad nikah tersebut Maemunah mengaku sempat bingung dan tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Masalahnya, dia telah hamil oleh kekasihnya dan terpaksa menanggung risiko rasa malu yang bakal menimpa dia dan keluarganya lantaran kabur dari acara itu.
Dia mengatakan, ketika lari, Munandar hanya bisa menundukkan kepala, sementara ibunya jatuh pingsan dan sekarang kena stroke akibat menanggung malu.

Cemoohan dan hinaan dari semua orang telah diterimanya, pun demikian dengan adiknya, Sukaesih, bukan nama sebenarnya, yang mendukung tindakannya tersebut. Bahkan Sukaesih-lah yang mencarikan rumah untuk kakaknya yang mengandung dan menjaganya sampai bersalin.

"Sebelum menikah dengan Munandar, saya sudah tidur dengan kekasih yang saya kenal melalui situs media Facebook," ujar Maemunah.

Baca Juga : Sebuah Kisah Yang Bikin Kita Malu, Sungguh Berbanding Terbalik Dengan Budaya Kita

Perempuan berambut sebahu ini mengaku, dia sebenarnya sudah mulai mencintai Munandar, calon suaminya. Tetapi, di satu sisi dia juga mencintai kekasihnya.

"Banyak keluarga dan tetangga mengatakan saya sudah gila meninggalkan pria sebaik Munandar," kata dia.

Sayangnya, kekasih yang diharapkan untuk bertanggung jawab atas perlakuannya dan menjaganya bahkan tidak diketahui keberadaannya. Maemunah terpaksa menanggung aib sendiri.

Kehamilan Mamunah akhirnya diketahui keluarga Munandar. Mamun mereka masih bisa menerima jika Munandar setuju untuk menerima Maemunah.
Meski begitu, Maemunah mengatakan dia tidak sanggup untuk memberikan tanggung jawab anak dari hasil zinanya kepada Munandar. Sebab, Munandar terlalu baik.

Maemunah juga mengaku bahwa dia memilih lari karena tidak mau menanggung rasa bersalah jika dia menipu Munandar. Bagaimanapun ia bahagia dengan putri kecilnya yang baru berusia 40 hari.

Baca Juga : Mari Belajar Cinta dari "Habibie dan Ainun"

"Mungkin ini sudah takdir hidup saya," kata dia pasrah.
Akan banyak pendapat mengenai kisah ini, kalo pendapat anda sendiri bagaimana? Apakah Maemunah benar malu atau masih mau mencari kekasihnya? Karena bila malu, iapun tak akan menambah masalah. Atau memang ia malu terhadap kebaikan suaminya?
Top