Kisah Haru Mbah Inem yang Bergantung Pada "Warung Kejujuran" Di Surabaya

Yang namanya fisik adalah pemberian dari Allah SWT hanya kita dititipkan untuk menjaga dan merawatnya agar tetap sehat dan tidak digunakan untuk hal-hal maksiat. Seperti kisah haru nenek berikut ini.



BACA JUGA: 3 Cara Bertahan Hidup Di Tanggal Tua

Mbah inem, yap nenek 83 tahun ini tidak dapat melihat alias buta. Namun uniknya, Mbah Inem tidak patah semangat dan mendirikan sebuah warung yang biasa disebut dengan “Warung Kejujuran” di kawasan Tanjung Perak, Surabaya.

Seperti yang dilansir dari Indozone, "Warung kejujuran" itu ada lantaran Mbah Nem mengalami kebutaan di usianya yang sudah lanjut. Setiap pembeli yang datang ke warung sederhana itu harus memberi tahu Mbah Nem apa saja yang ia ambil dan berapa uang yang dibayarkan.

Keberadaan "warung kejujuran" Mbah Nem itu pun menarik perhatian Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Takdir Mattanete. Belum lama ini, ia datang mengunjungi warung milik Mbah Nem tersebut.

Mbah Inem begitu senang atas kedatangan mereka, bahkan Nenek Baik hati itu juga memberikan nasehat sebelum Kapolres pulang agar komandan polisi sepertinya tidak memakai narkoba dan mabuk-mabukan.

Mbah Inem juga menawarkan bahkan memaksa Takdir untuk membawa oleh-oleh dari warung sederhana miliknya. Karena dipaksa, ia pun akhirnya membawa setandan pisang dari warung kejujuran itu.

Karena itu pula, tak sedikit netter yang memberikan komentar positif kepada Mbah Inem yang bertuliskan.

"Sehat terus mbah. Semoga Allah selalu memberikan Rejeki kepada mbah," tulis seorang netter.

"Terharu sekaligus menangis melihat ketabahan nenek ini," tambah netter lain.

Nah guys, patut ditiru aksi mbah inem ya, selain pantang menyerah ia juga sangat baik hati walaupun fisiknya tidak sempurna seperti kita. Semoga bermanfaat.
Top