Jangan Menikah Meskipun Tiba Waktunya. Ingat! Ini Pernikahan bukan Pensiunan



Masih sendiri di tengah usia yang kebanyakan orang bilang "sudah saatnya kamu menikah" pernyataan seperti itu menimbulkan gejolak yang sangat luar biasa dalam hatimu dan ini adalah sebuah problem dalam kehidupanmu. Meski kamu merasa baik-baik saja, tapi tidak dengan orang yang berada disekitarmu, contohnya keluargamu dan teman-temanmu. 

Jangan karena mereka bilang "sudah tiba waktunya kamu menikah" , "kapan nikah ?" dan "ingat umur" belum lagi saat kamu datang ke kondangan saudara atau teman dan rekan kerja. Dari rumah kamu harus menyiapkan mental ketika kamu ditanya "Kapan Nyusul ?" nahlo gimana tuh ?
Meskipun kamu menjawab pun mereka tidak akan pernah perduli dengan alasanmu. Karena menikah adalah dambaan semua pasangan didunia ini.

Kamu yang betah dengan kesendirianmu , mau atau tidak , orang lain akan mengira perawan tua lah, perjaka tua lah. Jadi seolah-olah apa yang sudah kamu capai di dalam hidupmu itu tak berarti apa-apa hanya dikarenakan kamu belum menikah di usia yang seharusnya sudah memiliki keluarga kecil yang bahagia.

Menikah bukan sekedar menyatukan dua insan yang saling mencintai. Ada konsekuensi ketika kamu harus menikah dengan seseorang.


Sepakat menyatukan janji suci di sebuah pernikaan itu tandanya kamu harus siap untuk mengendarai perahu berdua. Setelah menikah kamu harus tahu konsekuensinya, kini kamu tidak bisa lagi mengarahkan perahu sesuka hatimu, karena sudah ada orang lain yaitu pasangan kamu yang mungkin saja kehendak dan tujuan arahnya berbeda. Kamu dan pasanganmu akan belajar untuk membuat satu kesepakatan, di dalam rumah tangga kalian akan belajar untuk membuat kesepakatan-kesepakatan yang baik untukmu dan pasanganmu. Dan ingat setelah menikah kamu tidak hanya menikahi dia saja, melainkan keluarganya dan lingkunganya juga.

Sadarilah bahwa pernikahan itu bukan hanya tentang memiliki seutuhnya , kamu harus punya feedback.


Memang benar jika pernikahan memberimu satu kaki penopang lagi. Kamu yang terbiasa menjalani hidupmu sendiri, menanggung masalah sendiri dan samapai memecahkan masalahpun sendiri. Kan sudah ada lagu dangdutnya tuh "makan-makan sendiri, cuci baju sendiri......" dan setelah menikah kamu memiliki seseroang untuk bersandar dan berbagi kebahagiaan. Pernikahan juga memberimu satu tujuan yang sangat jelas dihidupmu. Tapi mau atau tidak, pernikahan juga mengambil banyak hal dari dalam dirimu. Yang pertama kebesanmu, kamu sudah tidak bisa seenaknya bermain kesana kemari sesuka hati. Kedua , kamu tidak bisa lagi memutusan apapun sendirian, bakal ada banyak kompromi atau kesepakatan yang harus kamu pertimbangkan dengan pasangan hidupmu. Ke-egoisan yang ada dalam dirimu harus dimusnahkan.

Usia produktif memang ada batasnya, tapi kamu menikah tidak hanya untuk mempunyai keturuan saja. Kamu menikah yah kamu harus bahagia dan tanggung jawab.


Usia produktif sering kali dijadikan sebua alasan oleh kebanyakan orang, terutama orang tua mu yang ingin buru-buru memiliki cucu. Terutama kaum perempuan yang memang produktifitasnya terbatas. Semakin berumur semakin sulit untuk memiliki momongan. Yaaaaah tidak bisa dipungkiri salah satu tujuan pernikahan adalah memiliki keturunan, membesarkannya dan membentuk keluarga kecil yang bahagia. Tapi memiliki keturunan bukan menjadi satu-satunya tujuan kamu menikah bukan ? Kamu harus mempersiapkan sedemikian rupa untuk menjadi orang tua yang baik , dan secara psikologi kamu haruslah matang.


Menikah bukan juga untuk mengisi kekosongan semata.


Tak sedikitpun setelah menikah mereka masih merasa kesepian dan sendiran, banyak yang beralasan menikah agar tidak kesepian lagi, setidaknya jika kalian memiliki pasangan hidup kamu bisa mengobrol sepuasmu sepanjang malam . Keseharianmu ada yang menemani dan tidak harus melakukan apa-apa sendirian. Faktanya, meskipun kamu sudah bersuami atau beristri bahkan ditengah-tengah kerumunan orang pun kamu tetap merasa sepi dan sendiri. Sepi bukan tentang adanya teman atau tidak, melainkan bagaimana cara berfikirmu bisa terhubung dengan sekelilingmu. Rasa kesepian itu munculnya dari hati dan fikiran kamu. Pernikahan bukan jaminan untuk tidak merasakannya lagi.  Mental dan cara berfikirmu yang harus kamu rubah kalau ingin menikah.


Jangan sampai kamu melakukan pernikahan hanya karena Usia dan Omongan orang lain  . Pernikahan bukan melulu soal usia, ingat ! ini pernikahan bukan pensiunan.

Kebanyakan mereka yang seusiamu sudah menikah, kok kamu belum kan sudah tiba waktunya ?
pertanyaan yang sangat membosankan bukan, kita bisa menjadi gila jika terus disodorkan pertanyaan-pertanyaan yang mirip seperti itu. So, jangan terlalu dipikirkan. Mengabaikan pertanyaan seperti itu memang jalan yang sangat masuk akal. Tetapi boleh saja kok kalau itu menjadi sebuah acuan kamu dan jadi bahan pertimbangan. Akan tetapi jangan dijadikan itu sebuah alasan untuk menikah, jatuhnya kamu akan merasa terpaksa ketika kamu mengambil keputusan untuk menikah karena omongan dari orang lain dan usia, ingat ! ini pernikahan bukan pensiunan.

Hidupmu kamu sendiri yang tentukan dan yang menjalani. Bahagia atau menderita ketika kamu menikah hanya kamu yang merasakan, toh orang lain tak akan perduli kecuali kedua orang tua kamu. Karena mereka hanya melihat dari luar, dan apa yang tejadi di keluarga kecilmu nanti mereka juga tidak tahu dan mungkin tak perduli.



Ingatlah bahwa setiap manusia memiliki kehidupanya sendiri. Mereka bisa saja berkomentar ini dan itu tentang hidupmu. Kamu tidak harus mendengarkan mereka , sebab ini hidupmu ! kamu sendiri yang tahu. Meski sendiri dan terasa sepi dan menyedihkan, namun belum tentu kamu tidak bisa bahagia walau belum memiliki pasangan hidup. Kesiapan dalam dirimu adalah hal yang terpenting untuk sebuah pernikahan, dari pada terburu-buru mengambil keputusan dan menyesal dan akhirnya apa ? harus kandas ditengah jalan.

Jadi gimana gaes ? apakah kamu harus menikah karena omongan dari orang lain yang jatuhnya kepaksa atau menikah karena kamu sudah siap secara mental dan finansial ?
Semua keputusan ada di kamu sepenuhnya.
loading...
Top