INILAH PERTANYAAN MALAIKAT DI ALAM KUBUR YANG HARUS KAMU KETAHUI



Sesungguhnya setiap manusia akan mengalami kesudahan. Betapa pun lezatnya dia merasakan kenikmatan hidup di dunia, betapa pun panjang umurnya, betapa pun dia memuaskan syahwat dan meneguk kenikmatan dunia, dirinya tetap akan mengalami kesudahan. Kematian! Itulah kesudahan tersebut. Sesuatu yang tidak dapat dihindari.

Allah ta’ala berfirman,

Yang Artinya :
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.” (QS. Ali Imran: 185)

Seorang penyair berkata,
Setiap manusia, betapa pun panjang umurnya
Kelak di suatu hari, dirinya akan terusung di atas keranda
Pada hari tersebut seluruh makhluk kembali menghadap kepada Allah agar seluruh amalan mereka dihisab.

Allah ta’ala berfirman,

وَاتَّقُوا يَوْمًا تُرْجَعُونَ فِيهِ إِلَى اللَّهِ

“Dan peliharalah dirimu dari (azab yang terjadi pada) hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah.” (QS. Al Baqarah: 281)

Hari yang sering terlupakan, hari yang paling akhir, hari di mana kerongkongan tersekat. Tiada hari setelahnya dan tidak ada yang semisal dengannya. Itulah hari yang dahsyat dan telah Allah tetapkan bagi seluruh makhluk-Nya, baik yang muda maupun yang tua, yang terpandang maupun yang hina. Dan saat itu kematian tiba, semua perbuatan dan amal baik buruk kita akan dipertanggung jawabkan. Kelak apa saja yang akan ditanyakan malaikat kepada kita? Inilah pertanyaan yang akan diberikan saat kita di alam barzah,

Tanya : Man Rabbuka? Siapa Tuhanmu ?
Jawab : Allahu Rabbi. Allah Tuhanku.

Tanya : Man Nabiyyuka? Siapa Nabimu ?
Jawab : Muhammadun Nabiyyi. Muhammad Nabiku

Tanya : Ma Dinuka? Apa agamamu ?
Jawab : Al-Islamu dini. Islam agamaku

Tanya : Man Imamuka? Siapa imammu ?
Jawab : Al-Qur'an Imami. Al-Qur'an Imamku

Tanya : Aina Qiblatuka? Di mana kiblatmu ?
Jawab : Al-Ka'batu Qiblati. Ka'bah Qiblatku

Tanya : Man Ikhwanuka? Siapa saudaramu ?
Jawab : Al-Muslimun Wal-Muslimat Ikhwani. Muslimin dan Muslimah saudaraku..

Jawabannya sangat sederhana bukan ?
Tapi apakah sesederhana itukah kelak kita akan menjawabnya ?

Saat tubuh terbaring sendiri di perut bumi.
Saat kegelapan menghentak ketakutan.
Saat tubuh menggigil gemetaran.
Saat tiada lagi yang mampu jadi penolong.

Ya, tak akan pernah ada seorangpun yang mampu menolong kita.
Selain amal kebaikan yang telah kita perbuat selama hidup di dunia.

Astaghfirullahal 'Adzim.
Ampunilah kami Ya Allah.
Kami hanyalah hamba-Mu yang berlumur dosa dan maksiat.
Sangat hina diri kami ini di hadapan-Mu.
Tidak pantas rasanya kami meminta dan selalu meminta maghfirah-Mu.
Sementara kami selalu melanggar larangan-Mu.

Ya Allah...
Izinkan kami untuk senantiasa bersimpuh memohon maghfirah dan rahmat-Mu.
Tunjukkanlah kami jalan terang menuju cahaya-Mu.
Tunjukkanlah kami pada jalan yang lurus.
Agar kami tidak sesat dan tersesatkan.

Aamiin Yaa Rabbal 'Aalamiin
loading...
Top