Ungkap Asal-usul Ikan 'Aneh' di Manado, Ilmuwan Asing Diijinkan Ikut Menganalisa




Tim analisis spesimen 'terduga' menyerupai hewan laut golongan hiu spesies Oxynotus bruniensis (Prickly Dogfish) yang terdiri dari beberapa ahli forensik Fakultas Ilmu Perikanan dan Kelautan (FPIK) serta Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado membolehkan pihak asing yang bergabung mengungkap asal usul ikan langka koleksi Aiptu Jeffry Nggala.

"Spesimen akan dianalisis secara menyeluruh oleh Tim Peneliti FPIK bersama peneliti lain dari Unsrat Manado, di luar Unsrat bahkan luar negeri. Seperti yang dikutip merdeka.com Namun kewenangan penelitian berada langsung di bawah Unsrat Manado," tutur Dr. Gustaf Mamangkey, S.Pi, MSc, salah satu koordinator Tim dalam keterangan pers di gedung FPIK, Rabu (10/8).

Terhitung sejak hari ini, kegiatan analisis dibuka secara resmi sampai waktu tak terbatas dan terbuka bagi kegiatan penelitian oleh pihak lain namun di bawah otoritas Tim Unsrat yang telah dibentuk. Tim ini beranggotakan akademisi Unsrat yaitu Prof Janny D. Kusen, Prof Farnis B. Boneka, Prof Winda Mingkid dan anggota lainnya.

Masing-masing mereka memiliki latar belakang keahlian dalam Ikhtiologi, Taksonomi Morfologi, Genetik, Fisiologi dan Bio-Ekologi Kelautan yang bakal meneliti lebih lanjut ikan mirip hiu temuan Aiptu Jeffry Nggala saat bermain dengan anaknya di pantai Kalasey, Minahasa, pada Minggu (7/8) lalu. Pantai yang berada di depan rumah Jeffry masuk dalam wilayah perairan Teluk Manado.

Spesimen kemudian diserahkan kepada tim peneliti pada besok harinya, Senin (8/8), disaksikan staf DKP Propinsi Sulut serta Tim Kompas. Saat diserahkan, beberapa bagian kulit spesimen sudah terkelupas dan bagian anusnya telah mengeluarkan kotoran serta minyak di mana golongan hiu biasanya mengandung minyak banyak di bagian hatinya.

Setelah diterima, spesimen kemudian dibawa ke Fakultas Ilmu Kelautan Unsrat Manado dan disimpan dalam kotak pendingin yang diberi pecahan es serta ditaburi garam.
Top