Hati-Hati : Buat yang Suka KEROKAN di Leher, Karena Bisa Menyebabkan STROKE. Ini Penjelasanya!



Kerokan menjadi hal yang lazim dilakukan. Kebiasaan ini biasanya dilakukan karena masuk angin atau badan terlalu capek dan merupakan obat murah untuk mual dan nyeri. Kerokan adalah pengobatan tradisional yang dikenal di beberapa negara Asia termasuk di Indonesia. Kerokan menawarkan kesembuhan dan rasa nyaman yang cukup instan. Begitu selesai kerokan, badan menjadi enak.

Namun, harus dihindari mengerok bagian leher. Sebaiknya hindari bagian ini saat Anda kerokan. Di leher terdapat saraf-saraf yang cukup sensitif. Jika ada saraf yang rusak, bisa berpotensi menyebabkan stroke. Apalagi, bagi yang sudah berumur tua, sangat tidak disarankan kerokan di leher karena resiko terkena stroke jadi lebih besar.

Baca Juga : BAHAYA MINUM AIR PUTIH bagi Bayi di Bawah Usia 6 Bulan

“Kebiasaan kerokan di sekitar leher dapat mengakibatkan stroke bila ada saraf yang rusak,” ujar Prof. DR. Dr. Budhi Setianto, Sp.JP, dokter spesialis jantung di Rumah Sakit Harapan Kita.

Bagaimana cara kerokan yang aman? Cukup kerokan di sepanjang punggung dan bahu tanpa harus dikerok sampai belakang leher. Alur kerokan dianjurkan mengikuti motif tulang ikan. Menurut sebuah studi, cara ini membantu penyembuhan penyakit. Sebab, dengan mengikuti motif tulang ikan ada titik-titik akupuntur dan meridian yang dilewati.

Ternyata jika kerokan dilakukan dengan baik bisa menyembuhkan penyakit ya. Karena mungkin selama ini kerokan dilakukan hanya untuk masuk angin dan badan terasa pegal-pegal.
Top