Demi Ayah, Aku Rela Turunkan 10 Kg dari Berat Badanku Asalkan Ayahku Tetap Hidup

Cinta seorang ayah berbeda dengan ibu yang langsung terasa saat itu juga. Tapi percayalah, apapun yang dilakukan seorang ayah, walaupun itu keras tapi itulah bentuk kesayangan seorang ayah kepada anaknya. Seperti kisah haru berikut ini.



BACA JUGA: Ini Dia Planet yang Diduga Mampu Lindungi Manusia Dari Kiamat!

Dikutip dari detik, Seorang ayah bernama John Barnes didiagnosis sirosis hati. Ia pun butuh donor hati untuk bisa bertahan hidup. Nama john, ternyata masuk dalam daftar tunggu bersama 17 ribu pasien, ini berarti ia harus menunggu lama untuk mendapatkan donor.

dokter berkata jika donor hati tidak hanya bisa didapatkan dari orang yang sudah meninggal tapi orang hidup juga bisa memberikannya bahkan lebih baik dari yang sudah meninggal. Hanya saja, John tak mau jika ia meminta keempat anaknya untuk menjadi pedonor.

Tanpa diketahui sang ayah, anak bungsunya bernama Brian Barnes, menjalani skrining untuk menjadi donor bagi ayahnya. Bahkan, Brian berdiet dengan menerapkan pola hidup sehat dan rutin olahraga untuk memperbesar peluangnya menjadi donor bagi sang ayah.

"Dalam 6 minggu berat badan saya turun 10 kg. Ini saya lakukan karena saya tidak sanggup jika hanya berdiri dan tidak menjadi donor bagi ayah saya. Selama ini ayah selalu ada untuk saya dan sekarang saatnya saya melakukan suatu hal untuk dia," kata Brian, dikutip dari CNN.

Tidak sia-sia, ternyata yang dilakukan Brian membuahkan hasil. Ia dinyatakan cocok menjadi donor hati untuk ayahnya. John sendiri merasa senang ketika mendengar ada seseorang yang bisa mendonorkan sebagian hatinya. Namun, ia terkejut dan khawatir ketika tahu si donor adalah putranya sendiri.

"Saya takut ada risiko berbahaya yang terjadi pada Brian. Selama ini saja saya sudah memikirkan bagaimana kehidupan orang yang mendonorkan hatinya demi membuat saya bisa melanjutkan hidup. Dan ternyata, saat ini si donor adalah anak saya sendiri," tutur John.

Namun, dokter berhasil meyakinkan John bahwa risiko itu bisa diminimalkan. Sehingga, John tak perlu khawatir akan keselamatan Brian. Jelang transplantasi, John mengisahkan bagaimana ia mencengkeram kuat tangan Brian, putra bungsunya yang kini menjadi penyelamat hidupnya.

"Tatapan mata Brian meyakinkan saya bahwa semuanya baik-baik saja. Bayi kecil saya yang dulu kini menyelamatkan nyawa saya," ujar John.

Prosedur transplantasi berjalan lancar dan kini Brian sudah dibolehkan pulang. Sementara, John masih harus menjalani perawatan selama beberapa hari di rumah sakit. "Brian memiliki bekas luka yang mengingatkan apa yang ia beri pada saya dan saya punya bekas luka yang lebih besar dan itu mengingatkan bahwa Brian sudah menyelamatkan hidup saya," kata John.

Top