Cerita di Balik Foto yang Menggetarkan Jagat Maya

Setelah bertahun-tahun perang, Suriah hancur. Warganya yang masih hidup harus berjuang untuk bertahan. Banyak keluarga bahkan makan rumput dan kotoran hanya untuk bertahan hidup.

Mendapat sepotong roti untuk hari ini sudah merupakan berkah yang luar biasa.
Orang tua yang mampu menyediakan makanan untuk anak-anak mereka di tengah-tengah perang tahu betul betapa sulitnya untuk mendapatkan satu gigitan roti.



Seperti seorang ayah dalam gambar di atas yang langsung menangis karena hanya bisa menyediakan sepotong roti untuk anaknya. Foto dia memberi anaknya sepotong roti lusuh telah menjadi viral dan membuat jutaan netizen terharu saat melihatnya, dia berusaha keras mencarikan roti untuk anaknya yang masih kecil , bahkan jika itu berarti dia tidak makan apa-apa.

Seperti yang di lansir dari dream.com Seorang ayah menangis karena tak bisa memberi makan anaknya karena kondisi perang Suriah
Dia menangis saat memberikan sepotong roti kepada anaknya. Tahu kesedihan ayahnya, anak itu kemudian mengulurkan tangan untuk menghibur ayahnya yang bercucuran air mata. Jutaan netizen merasa tersentuh oleh foto tersebut, yang telah dibagikan lebih dari 50.000 kali di halaman Facebook PhotoZone.

Foto Anak Kecil Ini Getarkan Seluruh Dunia


Badannya penuh debu dan kotoran, bahkan darah mengalir deras dari kepalanya, hebatnya anak laki-laki ini tidak menangis sedikitpun. Namanya Omran Daqneesh, ia terlihat duduk di dalam ambulans menunggu pertolongan tim medis.

Usia Omran baru 5 tahun, ia menjadi korban kekejaman perang di negaranya, Suriah. Rumahnya hancur akibat serangan udara di kota Allepo. Beruntung, Omran bersama keluarganya selamat dari serangan ini. Dalam serangan ini tiga orang tewas dan 12 lainnya terluka.

Perperangan yang terjadi antara pemerintah yang didukung serangan udara Suriah, dan pemberontak meningkat di Aleppo. Serangan ini menyebabkan ratusan orang tidak berdosa tewas.

Omran terlihat sesekali mengusap darah yang mengalir dari kepalanya, meklihat darah yang mengalir, ia tidak menangis.

" Dia hanya terlihat shock," kata juru bicara aktivis Aleppo Media Center.

Hidup didaerah konflik memang sangat menyiksa masyarakat suriah, semua serba terbatas dan susah untuk di dapatkan. setiap hari harus di ancam oleh senjata dan peluru
Top