Calon Haji Si Pembawa Jimat Menunggu Hasil Lab Narkoba

Haji bertujuan untuk meningkatkan dan menyempurnakan iman kita kepada Allah. Tapi bagaimana jadinya jika berhaji tapi musyrik dengan mempercayai jimat yang konon bisa menjadikan orang itu lebih beruntung? Seperti kisah calon haji beberapa hari yang lalu yang ditangkap lantaran membawa jimat dan jamu.



BACA JUGA: Bawa Jimat Saat Haji, Jamaah Haji Indonesia Di Tangkap

Tak kunjung usai, AMT (Calon Haji pembawa jimat) masih saja menunggu agar di bebaskan. KJRI Jeddah terus berupaya agar AMT dapat dibebaskan. Pihak BNN Madinah menyatakan AMT baru bisa dibebaskan usai hasil laboratorium sudah keluar.

Seperti yang dikutip dari Dream, "Kami sudah bikin surat penjaminan yang bersangkutan dari KJRI kepada pihak badan penyidik umum. Sampai saat ini masih menunggu uji laboratorium, apakah itu mengandung Narkoba atau tidak. Kalau mengandung Narkoba, kami juga ingin tahu apa hukumannya," ujar Acting KJRI Jeddah Dicky Yunus, dikutip dari kemenag.go.id, Senin, 15 Agustus 2016.

"Uji laboratoriumnya tiga sampai empat hari baru keluar. Berarti sekitar hari Kamis atau Rabu sudah ada kabar apa kandungan yang ada dalam benda yang dibawa itu," kata dia. Dicky mengatakan hingga saat ini KJRI terus melakukan pemantauan dan pendampingan terhadap AMT. Menurut dia, tim perlindungan KJRI sudah menyampaikan surat jaminan.

Dalam surat tersebut, KJRI menjamin keberadaan yang bersangkutan selama menunaikan ibadah haji tidak akan melarikan diri dan tidak akan mengulangi perbuatanya. "Dengan jaminan KJRI mudah-mudahan yang bersangkutan bisa masuk ke Saudi untuk menunaikan ibadah haji. Jika tidak kami hormati hukum setempat," kata Dicky.

Lebih lanjut, Dicky mengatakan AMT membawa barang titipan dari seseorang yang belum diketahui identitasnya. KJRI pun tengah berusaha meyakinkan badan investigasi umum terkait ketidahtahunan AMT pada barang yang dibawanya.

"Kami berharap pemerintah Saudi dapat memahami hal ini karena orang kalau tidak tahu juga mau diapain?" kata Dicky. Semoga cepat dibebaskan dan bias ikut melakukan ibadah haji seperti yang seharusnya.
loading...
Top