Bom Bunuh Diri Beratas Namakan Islam Meneror Gereja Katolik Di Medan!

Banyak yang mengklaim bahwa Agama Islam adalah agama teroris, karena banyaknya teroris yang melakukan aksinya dengan alasan membela Agama Islam, padahal sejatinya, Islam tak pernah mengajarkan hal yang seperti itu. Seperti kasus pengeboman ini.



Dikabarkan rencana bom bunuh diri terjadi di Gereja Katolik Stasi Santo Yosep, Jalan Dr Mansur, Kota Medan, Sumatera Utara, Minggu (28/8/2016). Dari informasi yang beredar di grup whats app Polda Sumut, akibat bom berkekuatan ringan tersebut, Pastor Albret S Pandingan mengalami luka ringan di bagian lengan kiri.

Dikutip dari Indozone, Kronologi terjadi sekitaran Pukul 08.50 WIB saat Pastur Albert akan berkotbah di depan mimbar. Tiba-tiba seorang pria yang diketahui bernama Ivan Armadi Hasugihan menghampiri pastor dengan menggendong Bom tersebut. Bom tersebut dirakit dengan pipa warna kuning.


Diduga lantaran tidak semua rakitan bom tersebut meledak, pemuda warga Setia Budi Gang Sehati, Tanjung Sari Kecamatan Medan Selayang, mencoba berlari untuk melukai Pastor tersebut dengan menggunakan sebuah pisau yang telah dibawa olehnya.

Menurut Randa, salah seorang jemaat gereja yang berada di lokasi, percobaan bom diri itu dilakukan itu terjadi saat kebaktian berlangsung. "Pelaku yang langsung berdiri di antara jemaat langsung membuka bom di yang terilit di badannya serta mengejar pastor, Albert S Pandiangan yang sedang berkhotbah," kata randa.

Rencana lelaki ini gagal karena kepanikan para Jemaah gereja yang berlarian menyelamatkan diri. Karena situasi yang sangat mencekam, ibadahpun dihentikan.  Barang bukti yang diamankan juga terdapat kertas yang bertuliskan “Lha Ila Ha Illallah” dalam bahasa Arab.

Wah, kalau seperti ini, siapa yang harus disalahkan? Yang jelas, ini bukan ajaran Islam, karena Islam adalah agama yang cinta damai dan tak pernah mengajarkan kekerasan. Marilah sobat, kita jaga sikap toleransi kepada agama lain agar hidup lebih damai dan aman.
Top