Bikin Nangis, Curhatan Putri Widji Thukul Ini Viral di Media Sosial



Apakah kamu tahu mengenai Widji Thukul? Hari ini tepat berusia 53 tahun aktivis itu berulang tahun dan kabarnya masih jadi misteri.

Tidak ada yang menginginkan kehilangan anggota keluarganya. Bahkan sekalipun keluarga yang dimaksudkan pergi tanpa jejak, mereka pasti masih ingin menemukannya dalam kondisi apapun baik sehat atau sudah meninggal dunia. Perasaan itulah yang tampaknya dialami oleh Fitri Anjani, putri sulung Widji Thukul.



Dikutip dari kapanlagi, Thukul adalah sastrawan sekaligus aktivis HAM yang menjadi salah satu tokoh perlawanan penindasan rezim Orde Baru. Sama seperti nasib banyak orang-orang yang mendadak lenyap saat menyuarakan reformasi, Thukul pun menghilang hingga kini tak diketahui nasibnya.

Semasa hidupnya, Thukul yang berhenti sekolah saat SMA di Sekolah Menengah Karawitan Indonesia jurusan tari ini memang melewati hari-hari yang berat. Pria asal solo ini terlahir dari ayah seorang penarik becak dan ibu penjual ayam bumbu. Sejak muda Thukul sudah biasa berjualan koran, jadi calo karcis bioskop hingga tukang mebel. Namun meski serba kekurangan, pikiran Thukul begitu tajam sebagai anak muda terhadap perkembangan bangsa Indonesia.

Thukul mulai aktif sebagai aktivis sejak tahun 1992 saat dia ikut demo memprotes pencemaran lingkungan. Hingga pada 27 Juli 1998, jejak Thukul mendadak hilang. Pada April 2000, istri Thukul yakni Siti Dyah Sujirah alias Sipon melaporkan suaminya hilang ke Kontras. Saat hilang, Thukul meninggalkan dua orang anak yakni Fitri Nganthi Wani yang berusia tujuh tahun dan Fajar Merah yang berusia lima tahun.

16 tahun berlalu sejak Thukul dilaporkan hilang, Fitri pun tak kuasa menahan rasa sesak di dadanya. Di hari ulang tahun sang ayah yang ke-53 pada Jumat (26/8) hari ini, Fitri pun curhat di akun Facebook-nya. 'Bapak di mana sekarang? Lagi ngapain? Masih inget aku nggak? Aku kangen banget sama bapak. Kalau bapak beneran meninggal, harus ke mana aku nyekarnya, pak? Duh Gusti, aku harus move on demi anakku, cucu bapakku tersayang, generasi barunya, keturunannya yang paling nyata. Berilah yang terbaik buat bapakku Ya Allah, aku sangat sayang sama bapak'.



Tentu saja postingan pilu Fitri ini langsung menarik perhatian netizens. Sejak diposting tepat pada pergantian hari ke tanggal 26 Agustus, sudah belasan komentar masuk yang memberi dukungan moril terhadap Fitri serta dibagikan 219 kali.

Dear Widji Thukul, di manapun Anda berada, semoga dalam lindungan Sang Kuasa. Semoga saja generasi penerus Indonesia akan selalu ingat pada perjuangan hebatmu yang mungkin tak terekam dalam buku-buku sejarah itu.

Rasanya sesak dada ini, mendengar curhatan pilu Fitri. Semoga Fitri, bisa lebih tabah menghadapi kehidupan dan menyonsong masa depan.
Top