Benjolan Besar di Perut Gadis Cilik ini, dibawa ke Paranormal, Ternyata....



Kasihan gadis cilik ini, masih berusia 9 tahun, tapi sudah menderita sakit yang membuat kita tak  tega melihatnya. Finza Eka Laura, gadis cilik yang harus merintih menahan sakit akibat benjolan di perutnya yang kian hari semakin membesar.

Anak yang tinggal di Dusun Pondok Asem, Desa Kedungasri, Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi, Jawa Timur ini mengidap penyakit aneh. Perutnya membesar sejak Finza berusia 3 tahun dan selama itu pula dia hanya bisa tergolek di atas tempat tidur.

Parahnya, selama enam tahun mengidap penyakit itu, Finza belum pernah sekalipun mendapat penanganan medis. Ini lantaran orangtuanya, Eko Cahyono dan Sri Utami tidak memiliki biaya untuk pengobatan Finza.

"Dulu pernah diperiksa ke dokter, tapi nggak dikasih obat. Sempat saya bawa ke RSUD Blambangan Banyuwangi, disarankan ke Surabaya, karena tak punya biaya jadi berhenti," ujar ibu Finza, Sri Utami, dikutip dari beritajatim.com.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup, orangtua Finza hanya bekerja serabutan. Sesekali mereka bekerja mencari ikan sebagai buruh nelayan. Apa yang mereka dapat tidak cukup untuk membayar biaya berobat bagi Finza.

Baca Juga : [Pelajaran Bagi Orang Tua] Karena Dibentak Orangtua, Anak Ini Tubuhnya Dingin, Kaku dan Linglung

"Kadang kalau ada kerjaan, ya buruh di sawah, kalau nggak, ya ke laut mencari ikan itu," kata ayah Finza, Eko Cahyono.

Ketiadaan biaya memaksa Eko dan Sri membawa Finza ke paranormal. Mereka juga terkadang membawa Finza ke pengobatan alternatif dan mengobati gadis cilik itu dengan obat herbal.

"Sampai sekarang paling hanya diberi obat herbal dan obat tradisional," kata Eko.

Eko mengatakan untuk persoalan makan, Finza tidak memiliki masalah. Meski begitu, kondisi dia semakin melemah dari hari ke hari. Badannya semakin kurus, sementara perutnya terus membesar.

"Sekarang sudah nggak mau jalan sejak tahun baru kemarin," kata Eko.

Apa yang menimpa Finza sebenarnya sempat didiagnosa. Berdasarkan diagnosa luar, dokter menyatakan gadis kecil itu mengidap Talasemia. Tetapi, ini hanya diagnosa sementara lantaran Finza belum pernah menjalani pemeriksaan medis secara menyeluruh.

"Katanya dokter seperti ada pembengkakan limpa, di situ juga katanya sel darah merah yang digerogoti oleh darah putih," ucap Eko.

Kondisi Finza sempat mendapat perhatian pemerintah desa. Tetapi, bentuk perhatian tersebut dinilai belum sepenuhnya membantu.

"Sudah dikasih uang dari Pak Kades untuk mengurus BPJS, tapi belum kami periksakan, takut nanti biayanya mahal. Masih menunggu Pak Kasun dan Pak Kades katanya mau bantu," ucap Sri.

Kasihan gadis ini, karena kitatahuan orantuanya akan informasi. Malah ia harus menanggung sakit yang begitu lama. Nah, bagaimana pendapat anda tentang sosialisasi BPJS Kesehatan? Apakah ditempat anda, terutama yang tinggal di perkampungan dan desa-desa, sudah merata dan semua orang/kepala keluarga tahu tentang bagaimana prosedur mengurus Kartu BPJS Kesehatan dan bagaimana nantinya bila memanfaatkan kartu itu untuk berobat?
Top