Balasan Kejam di Mekah Akibat Sering Memasukkan Benda Sihir ke Mulut Jenazah

Ketika beribadah haji banyak kejadian-kejadian aneh dam tidak masuk akal yang menimpa para Jemaah disana. Seperti kisah mengerikan dari seorang ibu berikut ini.



BACA JUGA: Kabar Baik! Lebih dari 106 Ribu Jamaah Haji Indonesia Sudah Tiba Di Mekah

Dikutip dari Indozone, Kisah ini terjadi poada seorang ibu bernama Sarah yang naik haji bersama anaknya, Hasan, ke Tanah Suci. Karena Sarah sudah tua, Hasan memapah ibunya itu dan berbisik, " Ummi, undzur ilaKa'bah(Ibu, lihatlah Ka'bah)."

Ibunya hanya membisu seribu bahasa. Hasan kembali berbisik, " Ibu inilah Ka'bah." Tapi tetap saja Sarah hanya diam sambil menyapukan pandangan.

Ini aneh, Hasan melihat wajah ibunya yang seolah masih mencari-cari di mana bangunan hitam segi 4 itu. Ibunya pun tak paham mengapa ia tidak bisa menyaksikan Ka'bah yang betul-betul tepat berada di hadapannya. Berkali-kali Sarah mengusap matanya tapi yang tampak hanyalah kegelapan.

Hasan tidak kecil hati, dan memohon ampun kepada Allah dan berdoa supaya ibu tercinta bakal merasakan anugerah bisa melihat Ka'bah.

Merasa Aneh dengan penglihatan ibunya, hasan lantas bertanya-tanya kenapa ibunya mendapat azab seperti itu dari Allah. Ketika ditanya, ibunya tetap tidak mau mengakuinya. Kemudian Hasan membawa ibunya bertemu dengan seorang ulama di Abu Dhabi. Ketika ditanya ulama itu, Sarah terdiam.

Sehari setelah pertemuan itu Sarah menghubungi ulama tersebut melalui sebuah panggilan telepon dan menceritakan semuanya.

" Ustaz, ketika saya muda dulu saya bekerja sebagai perawat di sebuah rumah sakitpemerintah," kata Sarah. " Pekerjaan perawat adalah perkerjaan yang mulia," potong ulama itu.

" Tapi saya mencari uang sebanyak-banyaknya dengan bermacam cara, tidak peduli halal atauharam. Saya acap kali menukar bayi sebab tidak semua orang suka dengan jenis kelamin bayi yang dilahirkan. Apabila ada yang ingin anak laki-laki karena melahirkan seorang anakperempuan, saya akan menukarnya dengan imbalan uang," jelas Sarah menceritakan masa lalunya

" Lalu apa lagi yang Anda kerjakan?" tanya ulama itu lagi

" Di rumah sakit saya juga memandikan jenazah, tapi saya memandikannya juga karena ada sebabnya. Saya bekerja sama dengan dukun," kata Sarah.

Sarah kemudian bercerita bahwa setiap ada permintaan menyengsarakan orang, baik membuatnya sakit atau meninggal, maka syaratnya benda sihir itu ditanam di tanah bersama orang meninggal. Karena itu Sarah akan memasukkan benda-benda itu ke dalam mulut si jenazah.

" Pernah sekali seorang alim meninggal dalam kecelakaan, saya memasukkan benda sihir itu ke dalam mulutnya. Tidak tahu mengapa benda-benda sihir itu kembali keluar dan tidak mau masuk sehingga saya mencoba menekannya lebih dalam berulang kali namun tetap gagal.

" Ketika emosi saya naik, saya masukkan benda-benda itu kemudian saya jahit mulutnya," ungkap Sarah.

Tidak menyangka dengan apa yang ia dengar, seorang wanita yang harusnya memiliki hati lembut, ini malah memiiki akhlak yang keji dan tidak terpuji.

Sekitar 7 hari kemudian si ulama ini tidak mendapat panggilan telepon dari Sarah. Akhirnya ia bergegas ke rumah Hasan berharap Sarah akan bertaubat dengan segala perbuatannya.

Akan tetapi setelah bertemu Hasan, kabar duka yang diterima ulama itu. " Ummi sudah meninggal dua hari setelah menghubungi Ustaz," ujar Hasan.

Hasan akhirnya menceritakan bagaimana cara meninggal umminya itu, yang tidak dapat diterima oleh bumi. Ketika digali, makam itu tiba-tiba teruruk kembali dan kejadian itu terjadi berulang kali.

Tidak mungkin dibawa kembali ke tanah air, Ia terus meminta ampun dari Allah untuk Ibunya. Disela sela Hasan berzikir, dengan izin Allah tiba-tiba berdiri seorang pria berjubah hitam. Wajahnya tidak jelas dan mengatakan, " Biar saya yang mengurus jenazah ibumu, kamu pulanglah."

Mendengar suara pria itu, entah kenapa hati Hasan begitu yakin dan percaya. " Aku minta kamu jangan menoleh ke belakang sampai kamu sampai di rumah," pesan pria itu pada Hasan.

Masya Allah.. Jangan sampai hal ini menimpa kita. Bekerja lah yang halal ma suatu hari kita akan mendapat hikmahnya.
loading...
Top