Aksi Simpatik! Pasca Guru SMKN 2 Dipukuli Orangtua Siswa, Guru se-Makassar Turun Demo

Dunia pendidikan di Indonesia kembali tercoreng dengan peristiwa pemukulan yang dilakukan oleh siswa dan orangtuanya terhadap seorang guru pengajar bidang studi Arsitektur SMKN 2 Makassar.

Menindaklanjuti kasus tersebut, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulsel akan melakukan aksi simpatik. Hal ini disampaikan, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulsel Prof Wasir seperti yang dilansir dari Rakyatku.com saat dikonfirmasi.



"Karena kejadian ini, banyak guru-guru yang marah. Makanya mereka mau turun sekitar pukul 09.00 Wita," kata Wasir yang juga Guru Besar Universitas Negeri Makassar.

Namun, Wasir mengimbau guru-guru yang akan turun melakukan aksi agar menunjukkan aksi yang simpatik dan bermartabat.

"Sehingga kalau turun harus mereka tetap menjunjung tinggi etika dan jangan sampai ada aksi anarkis," jelasnya.

Para guru simpatisan ini rencananya akan berkumpul di SMKN 2 Makassar kemudian berjalan menuju Polsek Tamalate dengan tuntutan, meminta pihak Kepolisian untuk menangani kasus ini dengan serius.



"Tuntutannya adalah orang tua siswa yang melakukan pemukulan agar diproses sesuai dengan hukum. Mereka turun bukan untuk apa-apa, tapi hanya menyampaikan apa yang menjadi suara hati mereka dan tak ada niat lain," pungkasnya.

Semoga hukum di Indonesia dapat berjalan dengan adil. Siapa yang bersalah patut mendapat hukuman yang setimpal. Hal ini agar dapat menjadi pelajaran bagi yang lainnya agar tidak mengulang kejadian yang sama di kemudian hari.
loading...
Top