Akhirnya, Video Fredi Budiman Mengerucut pada 'Satu Anggota Polri'



Pernyataan Kapolri Jenderal Tito Karnavian, menjadi titik awal terbongkarnya oknum mafia peredaran narkoba terselebung yang dalam peryataan Fredi Budiman, ia mempunyai dukungan orang-orang kuat.

Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian mengatakan video pernyataan mendiang Fredi Budiman, terpidana narkotik yang sudah dieksekusi mati, mengerucutkan penelusuran Tim Gabungan Pencari Fakta pada seorang anggota polisi.

Dikutp dari cnnindonesia, di Markas Besar Polri, Jakarta, Jumat (26/8), Tito menjelaskan pernyataan Fredi dalam video yang dia terima dari Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly itu bersifat normatif.

Hanya saja, dalam video itu tidak disebutkan tentang aliran uang. Fredi yang juga mengaku menyesali perbuatannya hanya menyebut ada anggota Polri yang tahu kegiatan-kegiatannya.

Baca Juga tentang kebijakan narkoba di Filipina :

DUTERTE- Saya Berjuang Lawan Kriminal, Bukan ISIS yang Bakar Wanita Karena Tolak Berhubungan S3ks
- Duterte - Presiden Filipina Mengancam Keluar PBB, Alasanya Mengaggumkan

Tito mengatakan pernyataan itu belum cukup membuktikan bahwa memang benar ada aliran dana Rp90 miliar yang diberikan Fredi pada salah satu perwira Polri, sebagaimana diceritakan Koordinator Komisi Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Haris Azhar.

"Tahu itu kan sumir sekali, tahu apa maksudnya? Kita tidak mengerti. Tahu soal kegiatannya itu, jaringannya atau bagaimana? Kalau yang tahu dia kan banyak sebetulnya," kata Tito.

Karena alasan itu, Polri tidak bisa mempublikasikan video tersebut. Pernyataan ini bertentangan dengan Inspektur Pengawasan Umum Komisaris Jenderal Dwi Priyatno yang mengatakan akan membukanya kepada publik dan berjanji akan selalu terbuka.

"Tim investigasi yang akan melakukan langkah-langkah. Kalau kami sampaikan kepada publik bisa trial by the press. Publik menilai itu benar," kata Tito.

Walau demikian, investigasi akan mengerucut pada orang yang dimaksud Fredi, meski tidak disebutkan identitasnya oleh Tito.

"Dia menyampaikan ke Haris Azhar tidak menyebutkan nama tapi kalau di sini dia menyebutkan nama tapi tidak masalah uang, hanya mengatakan mengetahui kegiatan dia. Otomatis ini bagi kita tim independen mengerucut pada yang disebutkan itu," ujar Tito.

Video itu berdurasi belasan menit. Pada umumnya, rekaman berisi "curhatnya dia (Fredi) lah termasuk dia bertobat, dia merasa bersalah selama ini," kata Tito.

"Dia juga mengatakan ada hal-hal yang berlebihan yang dituduhkan kepada dia. Misalnya ada orang lain yang juga terlibat, pelaku lain yang terlibat kok yang kena saya saja, pelaku lain tidak."

Semula, bahkan Tito mengatakan dalam video itu Fredi tidak menyebut nama-nama. Belakangan, baru dia mengatakan ada anggota polisi yang disinggung oleh Fredi.

Nah, pak Kapolri biarkan public yang menilai, usut dan tumpas semua kejahatan. Jangan sampai rakyat mengatakan hal yang sudah biasa yaitu 'hukum tajam kebawah, tapi tumpul ke atas'.
Top