Abaikan Najis..!! Wanita Berhijab Ini Rawat Anjing Yang Sedang Terluka Ke Klinik, Patut Dicontoh



Salahkah seorang Muslim Menolong Seekor Anjing? Seperti halnya manusia, hewan juga ciptaan Allah SWT yang patut kita sayangi dan kasihi tanpa terkecuali termasuk hewan anjing. Meski bagi seorang muslim, anjing merupakan salah satu binatang yang dianggap najis. Tak hanya daging dan sentuhannya, bahkan air liur anjing juga dianggap najis.

Namun, hal tersebut tidak lantas membuat seorang muslim tega membiarkan seekor anjing yang terluka tanpa menolognya. Dialah Nor Najwa, seorang perempuan asal Malaysia yang dengan perjuangan keras berupaya menolong seekor anjing yang tengah terluka.

Baca Juga : Astaga... Bocah 10 Tahun Ini Kecanduan Minum Susu Anjing, Bahkan Sudah Menjadi Hobi

Sebagaimana di sadur Dailymoslem diteruskan jelajahsehat.com, malam itu Nor Najwa dan beberapa rekan kantornya mendengar suara rintihan di dekat kantor tempat ia bekerja. Awalnya, Nor dan rekannnya takut mendengar suara itu, Namun, ketika ia yakin bahwa suara itu adalah suara hewan yang tengah kesakitan, keesokan harinya Nor mulai mencari diamana suara rintihan itu berasal.

Setelah bersusah payah mencari, Nor pun akhirnya menemukan sekeor anjing yang diketahui bernama Bimo itu di bawah kolong mobil yang tak jauh dari kantornya. Ketika hendak menolong, perasaan takut sempat muncul di benak Nor, seperti takut diserang, takut najis dan ketakutan-ketakutan pada umumnya seperti yang dirasakan seorang perempuan muslim ketika bertemu dengan seekor anjing.

Lantaran tak tega melihat kondisi si anjing yang tak sanggup mengerakan tubuhnya dan hanya bisa mengerang kesakitan, Nor pun membuang jauh-jauh ketakutannya itu. Sambil terus memandangi si anjing Nor pun berkata “Sore ini juga akan aku bawa kamu ke klinik. Tidak apalah kalau aku harus berkorban, semoga Tuhan mau membuka pintu rezekiku untuk menolongmu.”



Siang harinya, Nor memberi makan Bimo dengan sepotong ayam rebus sambil memikirkan segala cara untuk membawa Bimo ke klinik hewan terdekat di daerahnya. Dengan Tekatnya yang kuat ingin menolong Bimo si anjing malang itu, Nor akhirnya meminta bantuan temannya untuk membuatkan jubah dari palstik agar ia tidak perlu terkena najis saat membawa Bimo. Ia kemudian menamai jubah plastik itu dengan nama: Superwoman!

Sepulang kantor, Nor pulang ke rumahnya untuk mengambil mobil ayahnya agar ia bisa membawa Bimo ke klinik. Namun sayang, sesampainya di rumah Nor tidak menemukan mobilnya karena ayahnya tak berada dirumah. Ahirnya ia pun pergi ke kantor Ibunya untuk meminjam mobil. Setelah mendapatkan pinjaman mobil Nor pun bergegas kembali ke kantornya untuk membawa Bimo yang terkulai lemas ke klinik hewan.



Lantaran jubah palstik yang ia kenakan, ia pun kerepotan saat ingin mengendong Bimo kepangkuannya, iapun sempat meneteskan air mata. Setelah berhasil mengendong bimo atas bantuan seseorang, Nor pun bergegas menuju klinik, selama perjalanan bimo seperti paham betul dengan kondisi Nor yang seorang muslim, anjing ini sama sekali tidak menyentuh sedikitpun bagian tubuh Nor yang tak tertutupi jubah plastik.



Sesampainya di klinik, dokter mendapati bahwa anjing berusia 4 bulan tersebut terluka karena digigit anjing lain. Menariknya, yang membuat Nor tersentuh pada saat di klinik adalah Bimo si anjing malang tersebut seperti mencari-cari dirinya saat sedang ditangani dokter di ruang rawat.

Nor telah memberi contoh kepada kita, berbuatbaiklah kepada siapa saja meski untuk sesuatu yang diharamkan sekalipun. Terima kasih Nor.

Bagikan kisah inspiratif ini agar semakin banyak orang yang terbuka hatinya untuk mau melakukan kebaikan.
loading...
Top