16 Tahun yang Lalu, Pertemuan Terakhir Widji Thukul dan Putrinya. Bikin Nangis



Bagaimanapun seorang yang sangat dekat dengan kita, terlebih yang mempunyai hubungan darah, lenyap begitu saja tanpa kita tahu kabar baik buruknya hingga bertahun-tahun. Pasti akan sangat menyesakkan dada, apalagi dengan yang dialami Fitri ini.

Seorang putri aktivis HAM pada masa Orde Baru, yaitu Widji Tukul yang lenyap 16 tahun yang lalu. Tak diketahui dimana Widji Tukul saat ini, namanya tak secuilpun ,tercatat dalam buku sejarah. Perjuangan tak diketahui orang. Sungguh sangat menyakitkan hal itu bagi keluarganya.

Hingga, setelah hari ulang tahun yang ke 53 Widji Tukul, tepat saat pergantian tanggal 26 Agustus kemarin. Fitripun tak bisa melupakan Bapaknya itu. Alih-alih melepas kerinduan dengan mengucapkan selamat Ulang Tahun kepada bapaknya, Fitri mendapat banyak respon positif tentang hal itu. Hingga postinganya itu dibagikan sampai ratusan kali.

Selengkapnya bisa anda baca disini : Bikin Nangis, Curhatan Putri Widji Thukul Ini Viral di Media Sosial

Tak putus sampai disitu, hati Fitri yang masih pilu itu meluapkan curhatanya tentang kisah bapaknya, kala ada orang yang menyinggung hal tersebut.



Curhatan fitri ini pun viral, dan mendapaat banyak sambutan positif untuk menabahkan hatinya, dan banyak pula yang ikut bersedih merasakan sedihnya hati Fitri.

Ada yang mungkin belum pernah kuceritakan tentang mengapa aku begitu emosional bila disenggol soal peristiwa bapakku. Ini cuma tentang pertemuan terakhir kami. Iya, pertemuan terakhir yang terjadi setelah berbulan-bulan lamanya kami tak bertemu karena bapak harus berpindah-pindah dari pelariannya yang belum bisa kumengerti dengan jelas karena keterbatasan usiaku yg masih anak-anak.

Waktu itu, bulan Desember di Jogja. Bertepatan dengan tanggal ulang tahun adikku, lalu hari raya Natal. Bapak tidak seperti biasanya, ia begitu memanjakanku, menuruti apa saja jajanan yang ingin kubeli sewaktu di Malioboro (sampai-sampai aku mengatakan padanya: "mengko duitmu entek lho, Pak." Tapi bapak malah tertawa dan menciumku), menuruti ke mana saja aku ingin pergi (waktu itu pengen ke Kaliurang & Parangtritis), tidak marah sama sekali ketika aku ngompol di motel (padahal umurku sudah 8th waktu itu), dan memberikanku selimut unik & buku cerita yang banyak. 

Begitu berkesan bagi anak seusiaku pengalaman kali itu. Begitu indah. Aku merasakan bapakku adalah bapak terbaik di dunia. Hingga sampailah pada perpisahan kami di Stasiun Tugu. Aku baru menyadari bahwa bapak tidak ikut pulang ke Solo. Bapak hanya mengantar sampai pintu masuk, lalu ketika kereta berjalan aku berteriak menangis sekencang-kencangnya. Aku bertanya pada ibu kenapa bapak tidak ikut? Ibu tidak bisa menjawab. Aku menangis sejadi-jadinya tapi ibu menahanku. Aku tidak boleh ngeyel mengejar bapak karena kereta sudah jalan. Aku marah, sedih, dan merasa sangat lemah waktu itu. Tak kusangka itulah pertemuan terakhir kami. Benar-benar tak kusangka SAMPAI SEKARANG bahwa itulah pertemuan terakhir kami! 

Hari-hari setelah itu berjalan seperti biasa. Namun ada yang beda ketika aku tiba-tiba teringat bapak lagi, ibu yang kadang sudah kelelahan menenangkanku sampai harus memanggil Mbah dan Budheku untuk membantu membuatku baik kembali. Dan ternyata itu bukan hal yang sepele.. Lambat laun aku berubah menjadi aneh. Aku jadi malas sekolah, aku jadi takut bergaul, aku jadi lamban berpikir, aku jadi sangat pemalu, aku jadi gampang sedih tanpa sebab yang jelas, aku jadi sangat cerewet dan berapi-api ketika sudah bertemu teman yang cocok (walau tak lama kemudian mereka meninggalkanku), aku tidak bisa terlalu lama jauh dari rumah, dan aku tidak bisa menangis di depan ibu karena ibu pernah mengatakan aku tidak boleh menangis. Aku merasakan perubahan yang sangat nyata. Aku sering merasa seolah waktu berhenti ketika mengingat soal bapak lagi, aku merasa sepertinya umurku masih 8 tahun terus! 

Aku adalah anak kecil yang gila tapi tak terlihat gila. Setiap apa yang membuatku tertarik adalah yang selalu berhubungan dengan bapak. Pertumbuhanku terganggu oleh pikiran-pikiran tentang bapak. Aku mengagungkan bapak sekaligus membencinya. Aku merindukan bapak sekaligus ingin melupakannya. Aku menjadi anak kecil yang tumbuh dengan gangguan-gangguan psikologis yang tak nampak. Rasanya tidak enak. SANGAT TIDAK ENAK. Aku seperti dikendalikan oleh pertemuan terakhir itu. Dibuat bahagia sekaligus dijatuhkan sampai remuk. Aku dipaksa keadaan agar tak bisa melawan. Namun hatiku menolak patuh. :'(
...
...
...
Kuhabiskan sekalian perasaanku biar semakin cepat membaik. Semoga ini status galau terakhir di hari ini. 
Maaf ya teman-teman. Boleh unfollow. :')

Status Fitri yang ditulis Jum'at (26/08/16) malam ini, banyak dikomentari.

Kata Andhi Mahligai: "dari sudut pandang seorang ayah, mungkin Bapak njenengan juga menangis melihat istri dan anaknya pulang ke Solo, karena entah kapan lagi bisa bertemu lagi... karena saya pun juga begitu, jika ditangisi anak ketika akan berpisah lama karena pekerjaan membuat kami berpisah... sedih banget mbak bacanya..

tetap semangat Mbak Fitri... Bapak pasti bangga melihat njenengan..."

"summun bukmun umyun fahum layarji'un?

Mereka tuli, bisu dan buta, 
karena itu mereka tidak bisa mendapat petunjuk Allah 

Hati yang tertutup jauh lebih berbahaya daripada telinga yang tuli 
Hati yang tertutup jauh lebih berbahaya daripada mata yang buta 
Hati yang tertutup jauh lebih berbahaya daripada mulut yang bisu 
Dengan hati yang bersihlah kita melihat,mendengar bahakan berkomukasi 
denganNya

(Peluk hangatku untukmu fit dan adikmu)," sindiran Yakub Hugo

Embun Sunyi ikut bersedih : "ya Alloh, Tuhan yang Maha Rahman hanya Engkau Penyelesai segala masalah
#membaca tulisan mbkfit air mata turun dengan sendirinya, darah dalam jantung seakan berdegub kencang, selalu banyak doa buatmu mbkfit salam sayangku yg hanya mengenalmu di fb ini😢😭"

"Semoga Alloh SWT memberikan kekuatan , keikhlasan , menjagamu dalam bahagia , Alloh SWT Maha Mengetahui dan Maha Penyayang , Dia yang Maha Tahu apa yg terbaik bagi semua ummatnya , banyak istigfar ya mbak Fit , mdh bagi saya buat bicara mencoba menguatkan , pasti sulit buat kamu yg mengalaminya dan trs mengingat kehilangan yg dasyat , ingat sllu ada Alloh SWT tempat kita mengadu dlm sujud dan sholatmu , semoga Alloh SWT menguatkan mu dan ibu dan adikmu , Aamiin," doa dan semangat dari Sawee Sarwhindah Denyarto

Semoga Fitri sekeluarga selalu kuat dan semangat menjalani hidup untuk masa depan anak-anaknya. Semoga Allah senantiasa memberikan barokahnya. Tercapai segala cita-citanya. Aamiin. Hanya ingin nangis, mendengar hal ini. Seorang pahlawan tanpa tanda jasa.

loading...
Top