Tragis ! Bocah Tujuh Tahun Ditinggal di Hutan Selama Satu Minggu Sebagai Hukuman Dari Orang Tuanya

Penulis Penulis | Ditayangkan 05 Jun 2016

Tragis ! Bocah Tujuh Tahun Ditinggal di Hutan Selama Satu Minggu Sebagai Hukuman Dari Orang Tuanya

Yamato Tanooka yang berusia tujuh tahun ditemukan di barak militer di kota Shikabe dan berada di kondisi yang relatif baik, menurut pejabat militer pada media Jepang.

Jaringan NHK Jepang melaporkan bahwa dia mengidentifikasi dirinya sendiri pada personel militer yang menemukannya. Dia diberi makan dan minum dan dibawa ke rumah sakit, kata NHK.

Orang tuanya awalnya melapor kepada polisi telah kehilangan anak ketika sedang mencari tanaman liar untuk sayur

Tragis ! Bocah Tujuh Tahun Ditinggal di Hutan Selama Satu Minggu Sebagai Hukuman Dari Orang Tuanya

Namun belakangan mereka mengaku meninggalkannya selama lima menit sebagai hukuman karena kenakalannya, namun ketika mereka kembali, Yamato sudah tidak terlihat.

Tim pencari, termasuk Satuan Bela Diri Jepang, SDF, menyisir area terpencil selama sepekan tapi tak menemukan jejak si anak.

Tragis ! Bocah Tujuh Tahun Ditinggal di Hutan Selama Satu Minggu Sebagai Hukuman Dari Orang Tuanya

"Petugas SDF yang sedang melakukan latihan menemukan anak laki-laki yang usianya sekitar tujuh tahun," kata juru bicara polisi, seperti dilaporkan AFP

Baca Juga : Misteri di Balik Orang yang Bisa Menggandakan Seluruh Mata Uang Seluruh Dunia

"Tak ada tanda-tanda luka luar yang jelas, dan anak itu menyebut namanya Yamato Tanooka," katanya.

Juru bicara SDF Manabu Takehara mengatakan pada AFP bahwa anak itu "tampak sehat, tapi dia dibawa ke rumah sakit oleh helikopter medis."

Peristiwa ini semoga menjadi pelajaran untuk para orang tua. Orang tua tak seharusnya memberi hukuman yang dapat membahayakan nyawa sang anak, seperti hukuman yang diberikan oleh orang tua Yamato. Meski niatnya hanya 5 menit saja, namun tempat itu adalah hutan yang bisa saja di sana ada binatang buas atau anak tidak sengaja menyentuh tanaman beracun. So, pikir-pikir dulu sebelum menghukum atau memberi pelajaran terhadap anak.
SHARE ARTIKEL