Inilah Awal Karir Sadiq Khan, Wali Kota MUSLIM PERTAMA di London

Penulis Dzikir Pikir | Ditayangkan 06 Jun 2016

Inilah Awal Karir Sadiq Khan, Wali Kota MUSLIM PERTAMA di London
Shadiq Khan
Sadiq Khan seorang muslim, yang menjadi walikota di London ini, terpilih dari hasil pemungutan suara Kamis 5 Mei 2016 waktu setempat. Ia tercatat sebagai walikota muslim pertama dikota itu.

Sebagai seorang politikus dari Partai Buruh, ia meraih 44,2 persen suara yang lebih unggul dari saingan terdekatnya Zac Goldsmith dari Partai Konservatif yang mendapat 35 persen suara. Sadiq Khan menang 994,614 suara dan berhasil mengalahkan si taipan yang memperoleh 310,143 suara, dilansir liputan6.com

"Aku tidak pernah membayangkan orang sepertiku bisa terpilih sebagai Wali Kota London," ucap Khan dalam pidato kemenangannya, dikutip dari BBC, Sabtu (7/5/2016).
Pada kesempatan itu, ia berjanji untuk menjadi wali kota bagi semua warga London.

Baca Juga : Kesal Ditilang, Pria ini Bayar dengan 2 EMBER UANG KOIN.

"Aku sangat bangga warga London memilih harapan daripada ketakutan. Ketakutan dalam politik tidak diterima di kota kami," tambah Khan.

Sadiq Khan lahir di London pada tahun 1970, dan dibesarkan di rumah susun dengan enam kakak dan adik perempuannya di Tooting, daerah di London selatan dengan etnis beragam.

"Cerita saya adalah cerita tentang London. Ayah saya adalah seorang supir bus dan ibu saya penjahit. London memberikan saya kesempatan untuk berkembang, dari rumah susun dan menjalankan usaha yang berhasil dan menjabat di kabinet," kata Khan dalam situsnya.

Pemimpin Partai Konservatif menuduhnya terkait ekstremisme Islam, namun ia mengecam radikalisme dan menyebutnya sebagai kanker. Ia juga mengatakan mendukung perkawinan sesama jenis, langkah yang membuatnya mendapatkan ancaman mati.

Khan berhenti dari pekerjaannya sebagai pengacara hak asasi manusia dan menjadi anggota parlemen untuk Tooting pada 2005. Saat Gordon Brown menjabat sebagai perdana menteri sekitar tahun 2008. Gordon mengangkat Khan menjadi Menteri Komunitas sebelum menjadi Menteri Transportasi, sekaligus menjadi Menteri Muslim pertama yang menghadiri sidang kabinet.

Khan sudah bergabung dengan Partai Buruh pada usia 15 tahun dan ditunjuk sebagai anggota majelis di daerah yang dikuasai Partai Konservatif di London, Wandsworth, pada 1994.

Baca Juga : Kakek 92 Tahun Ini, Nikahi Gadis 22 Tahun !

Dalam tanya jawab di parlemen akhir April lalu, Perdana Menteri David Cameron mempertanyakan pertimbangan Khan untuk hadir dalam sebuah acara yang sama dengan pria yang disebut mendukung gerakan ISIS.
Khan menuduh pernyataan Perdana Menteri tersebut bersifat 'memecah'.

"Saya khawatir tentang calon dari (Partai) Buruh, yang muncul lagi dan lagi dan lagi (dalam acara yang sama dengan Suliman Gani di daerah pemilihannya, Tooting)," ujar Cameron saat tanya jawab tanggal 20 April lalu. Setelah ucapanya itu ia diinterupsi oleh anggota partai buruh dengan teriakan, 'memalukan'.

Khan terpilih dengan keunggulan cukup besar dari Zac Goldsmith, yang juga menuduhnya terkait terorisme.

Baca Juga : 7 Amalan Hebat, Kiat Agar Sukses Dunia Akhirat

Zac Goldsmith telah dicurigai melakukan kampanye negative, oleh seorang anggota parlemen dari Partai Konservatif, Andrew Boff. Terkait perkataanya yang menyangkutpautkan Khan dengan seorang radikal. Boff mengatakan kepada BBC, pendekatan negatif seperti ini merusak hubungan Partai Konservatif dengan berbagai komunitas di London.
SHARE ARTIKEL