MIRIS ! Anak-anak di Desa Ini Harus Panjat Tebing 800 Meter untuk Sekolah

Penulis Penulis | Ditayangkan 30 May 2016


Demi pergi ke sekolah, anak-anak di Provinsi Sichuan, China ini nekat bertaruh nyawa. Anak-anak sekolah ini harus memanjat tebing terjal setinggi 800 meter, untuk mencapai sekolah mereka.

MIRIS ! Anak-anak di Desa Ini Harus Panjat Tebing 800 Meter untuk Sekolah

Desa bernama Atule'er yang penduduknya tidak lebih dari 400 jiwa ini, menarik perhatian publik setelah media nasional Beijing News merilis foto-foto mengejutkan yang menampilkan 15 anak sekolah, dengan usia paling muda sekitar 6 tahun, memanjat tangga menjalar di sebuah tebing.

Baca Juga : Video : Sadis hukuman bagi pemerkosa di pedalaman papua dengan menarik alat vital

Seperti dilansir CNN,  warga setempat menyebut tangga menjalar yang terbuat dari kayu dan menempel pada tebing terjal itu, sebagai 'tangga langit'. Untungnya, tidak setiap hari anak-anak sekolah itu memanjat tebing terjal.

Karena perjalanan yang sulit, anak-anak ini hanya pulang ke rumah dua kali dalam sebulan. Namun tetap saja, mereka harus menempuh perjalanan panjang selama 2 jam.

Baca Juga : Bikin Iri Banyak Wanita dan Banyak Pria Kepincut, Tamara Niesha Ternyata Bukan Wanita

Fotografer Beijing News, Chen Jie, yang menjepret foto-foto itu mengaku pertama kali mendengar soal desa itu dari teman-temannya. Ketika mengetahui anak-anak sekolah itu akan pulang ke rumah pada 14 Mei, Chen memutuskan ikut serta.

Dengan menenteng kamera di tangan, Chen mengabadikan perjalanan tak biasa anak-anak itu saat memanjat 17 anak tangga menjalar di tebing berbatu yang terjal. "Cukup berbahaya untuk dipanjat. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya menuruni tebing (dengan tangga yang sama)," tutur Chen kepada CNN.

Baca Juga : Vhia Valenvhi Angkat bicara mengenai status dirinya yang mencela suku jawa

Beberapa orang tua anak-anak itu secara sukarela menawarkan diri mengawasi anak-anak itu. Chen mengaku heran dan tak habis pikir ketika membandingkan perbedaan besar antara anak-anak desa Atule'er itu dengan anak-anak keluarga kaya di ibukota Beijing.

"Pikirkan saja. Orang tua di kota besar khawatir dengan anak-anak mereka yang dimanja, merasa tidak bahagia, tapi apa yang dihadapi anak-anak di sini adalah jurang yang berat -- mereka bisa jatuh kapan saja," ucapnya.

Baca Juga : VIDEO : Lucu Atau Kasihan, Anak Ayam Menetas di Atas Penggorengan

Dalam beberapa dekade terakhir, otoritas China banyak membangun infrastruktur untuk mendukung pertumbuhan ekonominya. Namun tetap saja jutaan warganya berada di bawah garis kemiskinan. Otoritas China menegaskan akan memberantas kemiskinan hingga ke wilayah paling memprihatinkan, termasuk prefektur Liangshan yang menjadi lokasi desa yang terkenal akan tangga langitnya ini
SHARE ARTIKEL