Subhanallah! Kisah Mengahrukan Seorang Nenek Sebatang Kara yang Rela Mengajar Ngaji di Kandang Ayam dengan Ikhlas.

Penulis Unknown | Ditayangkan 30 Mar 2016

Daeng Pipang (63) satu-satunya guru mengaji yang ada di dusun Tanetea, Lingkungan Padang Assitang, Desa Borikamase, Maros, Sulawesi Selatan. Janda sebatang kara itu menghabiskan hari-harinya di sebuah rumah panggung kayu yang sudah reyot.

Subhanallah! Kisah Mengahrukan Seorang Nenek Sebatang Kara yang Rela Mengajar Ngaji di Kandang Ayam dengan Ikhlas.

Meski begitu, jasanya mengajar ngaji tak mengharap imbalan dari anak-anak desa. Ia mengaku ikhlas mengabdikan dirinya walau tak punya pekerjaan lain yang dapat dijadikan lahan pencarian rejeki. Menurut Daeng Pipang, semua itu adalah skenario sang pencipta.

Aktivitas mengajar mengaji anak anak desa dilakoninya sejak 40 tahun silam. Fasilitas yang tidak memadai tak mengecilkan hatinya untuk terus mengajar.

Kolong rumah panggung yang merupakan kandang ayam menjadi tempat mengajarnya. Daeng Pipang selalu membersihkannya setiap jelang belajar mengaji. Hanya itu tempat satu-satunya yang dapat menampung anak-anak desa yang ingin belajar mengaji di rumahnya.

Daeng Pipa Guru Ngaji Sebatang Kara di Maros, Sulsel. Ketua Pola Pertolongan Allah Learning Centre Makassar-Maros Dian Syarif mengungkapkan hampir seluruh warga yang berada di Dusun Tanetea, Lingkungan Padang Assitang, Desa Borikamase, Maros, dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.

Selain berada di tempat yang terpencil, masyarakat di sana yang berjumlah 40 KK kesulitan mendapatkan air bersih sehingga kerap menadah atau menampung air hujan untuk memenuhi kebutuhan sehari harinya, termasuk dimanfaatkan sebagai air minum.

"Setiap pagi itu, Daeng Pipang mencari air bersih kemudian siangnya mengajar mengaji di bawah kolong rumahnya. Tapi sebelumnya, tempat kandang ayam itu ia bersihkan dulu lalu digunakan anak anak desa untuk belajar mengaji," terang Dian, Selasa (15/3/2016).

Untuk itu, Dian telah menjadwalkan pemberian bantuan kepada Daeng Pipang berupa pembenahan rumah dan ruang mengaji yang lebih layak pada Jumat 18 Maret 2016 kemaren.

"Kami berkunjung bersama dengan puluhan alumni PPA (Pola Pertolongan Allah) Makassar-Maros Jumat 18 Maret kemaren. Kebetulan setiap Jumat kita memang ada kegiatan berbagi," ucap Dian.

Dusun Tanetea lumayan jauh untuk disambangi. Untuk bisa sampai di sana harus menempuh jarak 2 Km lebih dengan jalan kaki menyusuri tambak.

"40 KK di desa tersebut merupakan kerabat dari Daeng Pipang juga dan semuanya memang berada dalam kondisi ekonomi yang memprihatinkan," imbuh dia.

Hal itu, kata Dian, mendasari organisasinya ingin mengulurkan bantuan kepada warga di sana. Utamanya untuk membantu Daeng Pipang untuk merenovasi ruang mengajar mengajinya jadi layak.

"Apa yang membuat kami tertarik, salah satunya adalah Daeng Pipang yang merupakan seorang hamba yang taat dan ikhlas mengajarkan orang-orang di sekitarnya walaupun fasilitas yang dia miliki sangat minim," tandas Dian.

Semoga perjuangan dari daeng pipang mendapat kemulyaan dihadapan Allah kelak, dan semoga daeng selalu diberi kesahatan agar bisa selalu mengajar ngaji pada anak-anak di desanya dan semoga bantuan dari pemerinta buat warga-warga terpencil bisa segera diagendakan.

Sumber  : cerminan

SHARE ARTIKEL