Kisah Inspiratif! Berbuatlah Bijak Walaupun Pangkat Anda di Dunia Sangatlah Tinggi

Penulis Vikky | Ditayangkan 25 Mar 2016

Kita sebagai manusia tidak mengetahui apa isi sebenarnya dari seseorang, yang kita ketahui hanya fisik yang dilihat oleh kasat mata, kadang seseorang dinilai hanya dari penampilannya. Belum tentu penampilan seseorang menampilkan isi hati dari seseorang tersebut, banyak orang rupawan hatinya, rendah hati, baik hati memiliki penampilan yang kurang wajar dimata banyak orang, banyak juga penipu maupun pencuri dan orang jahat lainya berpenampilan baik untuk mengelabui korbannya, yang terpenting bagi kita janganlah mudah untuk berburuk sangka, lebih baik mawas diri dan lebih berhati-hati, terutama lebih berbuat kebaikan terhadap semua orang.

Kisah Inspiratif! Berbuatlah Bijak Walaupun Pangkat Anda di Dunia Sangatlah Tinggi

Mari kita simak cerita motivasi berikut ini yang semoga dapat menjadi cerita motivasi diri sendiri yang terbenam dalam hati kita masing-masing.

Cerita motivasi diri tentang pengusaha bersahaja.

Kisah Inspiratif! Berbuatlah Bijak Walaupun Pangkat Anda di Dunia Sangatlah Tinggi

Pada suatu ketika hiduplah seorang pemuda bersahabat, dia adalah Andi dan juga Budi, Andi adalah anak dari seorang pengusaha kaya raya yang biasa hidup mewah bergelimang harta, sedangkan Budi adalah anak orang biasa.

Andi dan budi hidup dan tumbuh menjadi sahabat dan berwatak baik, ketika kecil mereka berdua bermain bersama hingga sekolah dasar bersama, namun seiring berjalannya waktu mereka beranjak dewasa dan terpisah karena Andi harus melanjutkan sekolah ke luar negeri, sedangkan Budi hanya sekolah di wilayah asalnya.


Hingga akhirnya mereka beranjak menjadi pemuda dewasa yang matang, Andi menjadi lulusan Universitas ternama dengan cerita motivasi yang tersebar di berbagai media dan tidak usah berlama-lama langsung direkrut menjadi seorang manager disebuah perusahaan besar Able (Able sebagai perusahaan besar di negaranya).

Ketika sekian lama akhirnya Andi berlibur ke kampung halaman, sudah banyak berubah dengan kampung halamannya setelah sekian lama ia tinggalkan, Andi banyak bertemu dengan teman dan tetangganya, namun ia sedih karena belum bertemu dengan sahabat lamanya yaitu Budi.

Suatu ketika Andi ingin berkunjung ke suatu masjid megah yang baru berdiri di kampung halamannya, alangkah terkejutnya ketika Andi bertemu dengan Budi yang sedang membersihkan toilet di masjid tersebut, mereka bertatapan dengan raut bahagia hingga akhirnya terjadi sebuah percakapan.

Andi : Budi, kamu sekarang menjadi pembersih masjid ini, sungguh mulia sekali.

Budi : Ia saya senang berada dekat dengan masjid.

Andi : Kamu lebih baik bekerja ditempat perusahaan saya bekerja, kebetulan saya menjadi manager disana sehingga saya bebas untuk merekrut karyawan.

Budi : Maaf sekali namun saya lebih senang untuk hidup dekat dengan tempat ibadah ini.

Setelah berbincang lama mereka meninggalkan tempat tersebut, karena pada sore hari Andi akan kembali ke perusahaannya.

Setelah kembali ke perusahaannya Andi sangat membutuhkan seorang karyawan OB karena ada beberapa karyawan yang keluar, ia berinisiatif untuk mengajak Budi bekerja di perusahaan tersebut, lalu ia pulang berniat untuk bertemu kembali dengan Budi.

Andi kembali ke Masjid megah yang ada dikampung halamannya untuk bertemu dengan budi, namun ketika menuju toilet ia tidak bertemu dengan Budi, yang ada hanya seorang penjaga masjid yang sedang membersihkan toilet tersebut, kemudia andi bertanya terhadap seorang tersebut.

Andi : Pak boleh nanya Budi tidak berangkat?

PM : Maaf budi siapa ya?

Andi : Budi yang kemarin saya lihat disini sedang membersihkan toilet

PM : Oh pak budi ya, dia memang sering membantu saya dan sering mengunjungi Masjid ini. Bapak kenal dengannya?

Andi : Iya saya sahabat dekatnya, kalau boleh tahu dimana rumahnya sekarang?

PM : Rumahnya banyak, beruntung bapak menjadi sahabat dekatnya, ia adalah orang mulia yang banyak mendirikan yayasan yatim dan juga beberapa masjid, dia memiliki beberapa perusahaan besar di negara ini termasuk salah satunya ABLE, walau begitu banyak harta dan kesibukan yang ia miliki namun tetap bersahaja membantu membersihkan toilet.

Betapa terkejutnya Andi setelah mendengar cerita tersebut, ternyata selama ini ia bekerja di perusahaan yang dimiliki oleh Budi.

Untuk itu jangan melihat seseorang dari penampilannya luar saja. Marikah kita merendahkan diri walaupun pangkat kita di dunia ini sangat tinggi. Karena di akhirat pangkat kita hanya bergantung pada amal yang kita lakukan. Semoga kisah berikut dapat memotivasi kita.

(Sumber: gelut)
SHARE ARTIKEL