Gelang Anti Penculikan Karya Anak Bangsa Untuk Cegah Penculikan Anak

Penulis Unknown | Ditayangkan 19 Aug 2015



Siapa bilang SDM Indonesia tidak berkualitas? Siapa bilang pendidikan di Indonesia kalah maju dari pendidikan di luar negeri?  Semua itu tidak seratus persen benar. Karena di tengah politik yang carut marut dan kesulitan ekonomi, ternyata banyak sekali putra putri bangsa yang berprestasi.

Karya-karya anak bangsa ini tak hanya menginspirasi banyak orang, namun juga berguna bagi kehidupan. Seperti sebuah karya dari dua orang remaja putri, yakni Nurina Zahra dan Tri Ayu Lestari. Mereka berdua mampu menciptakan Gelang Anti Penculikan (GAP).
Gelang Anti Penculikan Karya Anak Bangsa Untuk Cegah Penculikan Anak
2 remaja putri yang berhasil menciptakan Gelang Anti Penculikan (GAP)

Awal dari ide pembuatan tersebut sebenarnya tercetus dari sebuah pengalaman yang tidak disengaja. Pada saat itu, Rina dan Tari sedang melihat pameran komputer di JEC (Jogja Expo Center). Karena pengunjung pameran yang tumpah ruah, mereka berdua terpisah dan sulit menemukan satu sama lain. Ditambah lagi HP Tari lowbat, sehingga Rina tidak bisa menghubunginya, hingga mereka semakin sulit untuk mencari di tengah kerumunan orang.

Dari pengalaman tersebut, muncullah sebuah ide. Rencana tersebut semakin mantap ketika mereka berdua melihat fenomena makin maraknya kasus penculikan anak kecil, serta banyak kasus orang tua dan anak yang terpisah ketika berada di tempat keramaian seperti mall, pasar, stasiun, dan tempat rekreasi.

"Gelang ini dirancang khusus untuk mengontrol anak atau bayi jika berada jauh dari jangkauan orang tuanya. Apabila si anak sudah berada jauh dari orang tuanya, maka alarm yang ada gelang orang tuanya akan berbunyi," kata Rina.

Dia menjelaskan, mekanisme dari Gelang Anti Penculikan (GAP) ini adalah gelang yang dipakai oleh anak sudah berisi transmitter yang akan mengirimkan sinyal RX radio ke gelang milik orang tua.  Alarm akan berbunyi ketika orangtua dan anak berjarak 3 meter. Tapi, ke depannya akan ditambah jaraknya supaya lebih jauh.

Untuk ke depannya lagi, mereka berdua akan menambahkan fitur GPS yang bisa dihubungkan dengan handphone, sehingga ketika anak berada di lokasi yang cukup jauh dapat dilacak keberadaannya.

Hasil temuan mereka berdua ini juga berhasil menyabet medali perak dalam kompetisi International Exhibition Young Inventors yaitu ajang kompetisi karya ilmiah bagi para remaja.

Wah, karya seperti ini patut mendapatkan apresiasi. Semoga karya mereka bisa diperbanyak dan disebarluaskan ke masyarakat, agar lebih banyak orang yang bisa merasakan manfaatnya, serta dapat meminimalisir kasus penculikan anak yang selama ini meresahkan para orang tua. Sukses selalu untuk Tari dan Rina dalam mengembangkan karyanya tersebut.


SHARE ARTIKEL