Apakah Jika Kita Memiliki Banyak Uang, Dapat Membuat Semakin Bahagia ?

Penulis Yulianto Frandi | Ditayangkan 01 Aug 2015

Apakah Jika Kita Memiliki Banyak Uang, Dapat Membuat Semakin Bahagia ?

"HEDONIC TREADMILL"

"Semakin tinggi income seseorang ternyata mengakibatkan semakin menurunkan peranan uang dalam membentuk kebahagiaannya."
Kajian-kajian dalam ilmu financial psychology menemukan jawabannya, yang kemudian dikenal dengan nama “hedonic treadmill”.
Gampangnya, hedonic treadmill adalah seperti ini : "Saat gajimu 5 juta, semuanya habis. Saat gajimu naik 30 juta per bulan, semua habis juga. Kenapa begitu ? Karena ekspektasi dan gaya hidupmu naik sejalan dengan kenaikan penghasilanmu. Dengan kata lain, nafsumu untuk membeli materi/barang mewah akan terus meningkat sejalan dengan peningkatan income yang didapat. Itulah kenapa disebut "hedonic treadmill", seperti berjalan diatas treadmill, tapi kebahagiaanmu tidak maju-maju !"
Nafsu materi tidak akan pernah terpuaskan. Saat income 10 juta/bulan, mau naik Avanza. Saat income 50 juta/bulan berubah pengen naik Alphard. Ini adalah salah satu contoh sempurna tentang jebakan hedonic treadmill.
Hedonic treadmill membuat ekspektasimu akan materi terus meningkat. Itulah kenapa kebahagiaanmu stagnan, meski income makin tinggi.
Ada eksperimen menarik :
"Setelah 6 bulan, dengan tingkat konsumsi barang yang meningkat seorang pemenang undian berhadiah senilai Rp 5 milyar ditanyakan tingkat kebahagiaan yang ia rasakan sebelum ia memenangkan undian?. Ternyata sama.... Itulah efek hedonic treadmill."
Jadi apa yang harus dilakukan agar kita terhindar dari jebakan hedonic treadmill atau lolos dari jebakan nafsu materi yang tidak pernah berujung ?2. Makin banyak berbagi atau semakin banyak memberi kepada orang lain ternyata justru semakin meningkatkan kebahagian.

1. Terapkanlah gaya hidup yang bersahaja, gaya hidup yang tidak silau dengan gemerlap kemewahan materi.


2. Makin banyak berbagi atau semakin banyak memberi kepada orang lain ternyata justru semakin meningkatkan kebahagian.


WHEN ENOUGH IS ENOUGH : ketika cukup, cukuplah

"Kebahagiaan itu bukanlah lantaran banyaknya harta yang engkau miliki, tetapi seberapa tenteram jiwa dan hati yang engkau rasakan.
(HR al-Bukhari). 

Mari kita raih kebahagiaan yang sesungguhnya!
Enjoy weekend bersama keluarga
SHARE ARTIKEL